kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.541.000   10.000   0,40%
  • USD/IDR 18.174   21,00   0,12%
  • IDX 4.904   -192,54   -3,78%
  • KOMPAS100 629   -27,90   -4,25%
  • LQ45 497   -20,62   -3,98%
  • ISSI 164   -6,52   -3,83%
  • IDX30 280   -11,04   -3,79%
  • IDXHIDIV20 378   -13,42   -3,43%
  • IDX80 73   -3,14   -4,14%
  • IDXV30 105   -3,49   -3,20%
  • IDXQ30 94   -3,48   -3,57%

Infrastruktur akan dongkrak ekspor furniture


Minggu, 17 April 2016 / 21:52 WIB


Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri | Editor: Adi Wikanto

Jepara. Di tengah perkembangan industri furnitur lokal yang masih harus bersaing dengan buatan luar negeri, Kementrian Perindustrian justru menargetkan untuk dapat menggenjot ekspor hingga mencapai US$ 5 miliar. Bagaimana mengejar target tersebut?

Menteri Perindustrian Saleh Husin menyatakan perkembangan industri furnitur di Indonesia mengalami kemajuan yang signifikan beberapa tahun terakhir ini. Nilai ekspor furnitur kayu dan rotan Indonesia pada tahun 2013 mencapai US$ 1,8 miliar, 2014 meningkat menjadi US$ 1,9 miliar dan 2015 naik lagi menjadi US$ 2 miliar.

Nah, dalam 5 tahun, diharapkan nilai ekspor furniture kayu dan rotan olahan US$ 5 miliar. Komposisi ekspor furniture Indonesia dilihat dari segi bahan baku masih didominasi oleh bahan baku kayu (59,5%), metal (8,1%), rotan (7,8%), plastik (2,3%), bambu (0,5%), dan lain-lain (21,3%).

Peningkatan dari ekspor furnitur ini diharapkan bertambah karena adanya dukungan pemerintah melalui pembangunan infrastruktur. "Infrastruktur yang tengah dipacu pemerintah, seperti rencana kawasan industri dan pelabuhan ini dapat menumbuhkan industri manufaktur kita. Juga memecah konsentrasi industri dari Jakarta dan sekitarnya," kata Saleh, Sabtu (16/4)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×