kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Inflasi inti rendah karena perdagangan global


Kamis, 01 Desember 2016 / 16:37 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, inflasi November 2016 sebesar 0,47%. Dengan perkembangan tersebut inflasi tahun kalender Januari-November 2016 sebesar 2,59% dan inflasi tahunan November 2016 sebesar 3,58%.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, kecenderungan peningkatan inflasi tersebut utamanya disebabkan oleh musim basah yang menyebabkan harga pangan meningkat. Meski demikian menurutnya, kenaikan harga bahan makanan hanya terjadi pada cabai, sayur, dan jagung. Sementara harga beras yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi, cenderung stabil.

Meski inflasi tahunan November meningkat, inflasi inti November tahun ini justru menurun menjadi 3,07% year on year (YoY) dibanding bulan sebelumnya. Bahkan inflasi inti tersebut menjadi inflasi inti terendah sejak tahun 2004.

Menurut Darmin, rendahnya inflasi inti tersebut terjadi karena melambatnya perdagangan dunia. Hal tersebut membuat barang-barang ekspor Indonesia tidak mudah menembus pasar internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×