kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.874   28,00   0,17%
  • IDX 8.956   19,31   0,22%
  • KOMPAS100 1.237   7,66   0,62%
  • LQ45 873   4,55   0,52%
  • ISSI 326   1,60   0,49%
  • IDX30 442   2,51   0,57%
  • IDXHIDIV20 520   3,34   0,65%
  • IDX80 138   0,91   0,67%
  • IDXV30 145   1,15   0,80%
  • IDXQ30 142   1,14   0,82%

Inflasi grosir Maret 2018 tercatat 0,49%


Senin, 02 April 2018 / 15:19 WIB
Inflasi grosir Maret 2018 tercatat 0,49%
ILUSTRASI. Tekanan inflasi membebani pertumbuhan ekonomi


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik ( BPS) melaporkan indeks harga perdagangan besar (IHPB) umum nonmigas atau indeks harga grosir (agen) pada Maret 2018 naik sebesar 0,49% dibanding bulan sebelumnya.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, jika dicermati lebih dalam, penyebab IHPB naik tinggi adalah barang ekspor nomigas. “Kalau kita bicara domestik tidak terlalu besar hanya 0,26% tapi kalau kita bicara IHPB untuk kelompok barang ekspor nonmigas itu inflasinya 1,43%,” kata Suhariyanto di Gedung BPS, Senin (2/4).

Ia menyebutkan, dalam hal ini, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga. Antara lain cabai rawit, cabai merah, bawang merah, batubara, tepung tapioka, plastik dan barang dari plastik impor, serta lemak dan minyak hewan/nabati ekspor.

“Banyak barang-barang di sana, bumbu-bumbuan, CPO dan sebagainya. Itu menyababkan inflasi grosir Maret 2018 0,49% atau sebesar 163,22,” jelas Suhariyanto.

BPS juga mencatat, IHPB Umum naik 0,36% pada Februari 2018 terhadap bulan sebelumnya. Sektor Industri merupakan penyumbang andil dominan pada kenaikan IHPB sebesar 0,17%.

Adapun untuk IHPB konstruksi, inflasi grosirnya tercatat 0,28%. “lni karena ada kenaikan harga bangunan yang lumayan tinggi misalnya besi, kawat, dan sejenisnya,” ucap Suhariyanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×