kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Inflasi grosir Maret 2018 tercatat 0,49%


Senin, 02 April 2018 / 15:19 WIB
Inflasi grosir Maret 2018 tercatat 0,49%
ILUSTRASI. Tekanan inflasi membebani pertumbuhan ekonomi


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik ( BPS) melaporkan indeks harga perdagangan besar (IHPB) umum nonmigas atau indeks harga grosir (agen) pada Maret 2018 naik sebesar 0,49% dibanding bulan sebelumnya.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, jika dicermati lebih dalam, penyebab IHPB naik tinggi adalah barang ekspor nomigas. “Kalau kita bicara domestik tidak terlalu besar hanya 0,26% tapi kalau kita bicara IHPB untuk kelompok barang ekspor nonmigas itu inflasinya 1,43%,” kata Suhariyanto di Gedung BPS, Senin (2/4).

Ia menyebutkan, dalam hal ini, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga. Antara lain cabai rawit, cabai merah, bawang merah, batubara, tepung tapioka, plastik dan barang dari plastik impor, serta lemak dan minyak hewan/nabati ekspor.

“Banyak barang-barang di sana, bumbu-bumbuan, CPO dan sebagainya. Itu menyababkan inflasi grosir Maret 2018 0,49% atau sebesar 163,22,” jelas Suhariyanto.

BPS juga mencatat, IHPB Umum naik 0,36% pada Februari 2018 terhadap bulan sebelumnya. Sektor Industri merupakan penyumbang andil dominan pada kenaikan IHPB sebesar 0,17%.

Adapun untuk IHPB konstruksi, inflasi grosirnya tercatat 0,28%. “lni karena ada kenaikan harga bangunan yang lumayan tinggi misalnya besi, kawat, dan sejenisnya,” ucap Suhariyanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×