kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Inflasi grosir Maret 2018 tercatat 0,49%


Senin, 02 April 2018 / 15:19 WIB
ILUSTRASI. Tekanan inflasi membebani pertumbuhan ekonomi


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik ( BPS) melaporkan indeks harga perdagangan besar (IHPB) umum nonmigas atau indeks harga grosir (agen) pada Maret 2018 naik sebesar 0,49% dibanding bulan sebelumnya.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, jika dicermati lebih dalam, penyebab IHPB naik tinggi adalah barang ekspor nomigas. “Kalau kita bicara domestik tidak terlalu besar hanya 0,26% tapi kalau kita bicara IHPB untuk kelompok barang ekspor nonmigas itu inflasinya 1,43%,” kata Suhariyanto di Gedung BPS, Senin (2/4).

Ia menyebutkan, dalam hal ini, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga. Antara lain cabai rawit, cabai merah, bawang merah, batubara, tepung tapioka, plastik dan barang dari plastik impor, serta lemak dan minyak hewan/nabati ekspor.

“Banyak barang-barang di sana, bumbu-bumbuan, CPO dan sebagainya. Itu menyababkan inflasi grosir Maret 2018 0,49% atau sebesar 163,22,” jelas Suhariyanto.

BPS juga mencatat, IHPB Umum naik 0,36% pada Februari 2018 terhadap bulan sebelumnya. Sektor Industri merupakan penyumbang andil dominan pada kenaikan IHPB sebesar 0,17%.

Adapun untuk IHPB konstruksi, inflasi grosirnya tercatat 0,28%. “lni karena ada kenaikan harga bangunan yang lumayan tinggi misalnya besi, kawat, dan sejenisnya,” ucap Suhariyanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×