kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Industri Pengguna Garam Diperkirakan Menyerap Garam Lokal 1,1 Juta Ton Tahun Ini


Minggu, 09 Januari 2022 / 19:15 WIB
ILUSTRASI. Industri pengguna garam targetkan menyerap garam lokal 1,1 juta ton di tahun ini.


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPGI) menyebut tak ada perubahan dalam kebutuhan garam industri tahun 2021. Industri pengguna garam masih belum pulih maksimal setelah produksinya merosot sekitar 40% selama pandemi virus corona (Covid-19). Sehingga kebutuhan garam industri tidak berubah dibandingkan tahun sebelumnya.

"Kebutuhan garam tahun 2022 relatif sama dengan kebutuhan 2021, 2020, 2019," ujar Ketua Umum Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPGI) Tony Tanduk saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (9/1).

Tony bilang, kebutuhan industri chlor alkali plant (CAP) sebesar 2,5 juta ton. Selain itu industri aneka pangan 650.000 ton, konsumsi 650.000 ton, dan industri lainnya 500.000 ton.

Baca Juga: Impor Tahun Lalu Masih Tersisa, APTRI Pertanyakan Rencana Impor Gula Lagi

Selain impor, industri juga akan kembali menyerap garam produksi lokal. Targetnya pada tahun 2022 penyerapan garam lokal sebanyak 1,1 juta ton.

"Target serapan tahun 2021 sebanyak 1,2 juta ton realisasi sekitar 763.000 ton atau sekitar 63%," terang Tony.

Pada tahun 2021 produksi garam lokal sebesar 850.000 ton. Selain produksi yang masih kurang, minimnya serapan industri juga disebabkan turunnya kebutuhan karena pembatasan pandemi Covid-19.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) impor garam tahun 2021 periode Januari-November sebesar 2,35 juta ton. Angka tersebut naik sedikit dari periode yang sama tahun 2020 sebesar 2,29 juta ton.

Baca Juga: Lonjakan Harga Pangan, Pemerintah Disarankan Keluarkan Izin Impor

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×