kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45740,00   -14,18   -1.88%
  • EMAS1.007.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Indonesia terbebani Rp 994 triliun per tahun akibat buta matematika


Senin, 15 Juni 2020 / 15:05 WIB
Indonesia terbebani Rp 994 triliun per tahun akibat buta matematika
ILUSTRASI. Yayasan Pendidikan Astra-Michael D. Ruslim (YPA-MDR) bekerjasama dengan PT Kandel tim dari Prof Yohanes Surya menggelar kompetisi Matematika Metode Gasing

Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika (Gernas Tastaka) menilai Indonesia terbebani sebesar Rp 994,28 triliun per tahun akibat dari masalah buta matematika dan membaca di Indonesia.

Beban ini diberikan dalam berbagai bentuk, mulai subsidi dan biaya di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi.

Sebaliknya, jika masalah buta matematika dan membaca dapat diintervensi sejak dini di tingkat sekolah dasar maka negara bisa menghemat biaya sebesar Rp 662,85 triliun per tahun.

Baca Juga: Kisah Edi Hartono membangun kelompok usaha kontainer modifikasi dan kuliner

Penegasan ini disampaikan Presidium Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika (Gernas Tastaka Ahmad Rizali) usai Pelatihan Online ToT Gernas Tastaka Tahap I dalam Program “Maluku Terbebas Buta Matematika” Sabtu (13/6).

Program pelatihan online ini akan dilaksanakan sebanyak enam tahap hingga 13 Juli 2020.

“Jumlah siswa sekolah dasar dan madrasah sekitar 29 juta. Jika 50% siswa mengalami buta matematika dan membaca (illiterate), maka ongkos yang harus ditanggung negara selama hidupnya adalah Rp 994,25 triliun setiap tahunnya. Beban negara ini akan jauh berkurang jika pemerintah serius memberantas kebutaan matematika dan membaca ini sejak dini dan terus-menerus, “ ujar Ahmad Rizali dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

Beban ini dihitung berdasarkan variabel-variabel yang diadopsi dari riset dilakukan KPMG Foundation. KMPG Foundation menghitung beban negara yang mesti dikeluarkan setiap kegagalan dalam literasi seperti matematika dan membaca.

Baca Juga: SKB lima menteri ini akan menentukan nasib tahun ajaran baru dan belajar di sekolah

"KPMG bikin studi di Inggris kondisi yang sama dengan murid di Indonesia. Akhirnya ada beban negara dalam euro, kupakai (sebagai) rujukan, kurupiahkan," kata Ahmad saat dikonfirmasi Kompas.com.

Dalam studi KMPG Foundation, beban Inggris untuk memperbaiki kegagalan akibat literasi sebesar 5.000 Euro dan 43.000 Euro per orang hingga usia 37, dan antara 5.000 euro dan 64.000 euro seumur hidup.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×