kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.504.000   16.000   0,64%
  • USD/IDR 16.740   33,00   0,20%
  • IDX 8.748   101,19   1,17%
  • KOMPAS100 1.205   11,60   0,97%
  • LQ45 852   5,43   0,64%
  • ISSI 315   6,02   1,95%
  • IDX30 439   1,60   0,37%
  • IDXHIDIV20 511   1,24   0,24%
  • IDX80 134   1,29   0,97%
  • IDXV30 140   1,02   0,73%
  • IDXQ30 140   0,22   0,15%

Indonesia Percepat Perjanjian Dagang dengan Uni Eropa di Tengah Tekanan Tarif AS


Selasa, 15 April 2025 / 15:30 WIB
Indonesia Percepat Perjanjian Dagang dengan Uni Eropa di Tengah Tekanan Tarif AS
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menerima kunjungan delegasi Komite Perdagangan Internasional (INTA) dari Parlemen Uni Eropa yang dipimpin Bernd Lange, Selasa (15/4).


Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menerima kunjungan delegasi Komite Perdagangan Internasional (INTA) dari Parlemen Uni Eropa yang dipimpin Bernd Lange, Selasa (15/4).

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya percepatan penyelesaian perjanjian Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Luhut menyebut bahwa percepatan perjanjian strategis ini sangat relevan di tengah ketidakpastian perdagangan global, khususnya pasca kebijakan tarif baru yang diberlakukan Amerika Serikat.

"Percepatan IEU-CEPA kami pandang sebagai langkah strategis untuk mendiversifikasi mitra dagang dan mengurangi ketergantungan pada pasar tertentu," kata Luhut dalam siaran pers, Selasa (15/4).

Baca Juga: Negosiasi Tarif Trump, Indonesia Buka Keran Impor Barang AS Hingga US$ 19 Miliar

Didampingi Wakil Ketua DEN Mari Elka Pangestu, Anggota DEN Septian Hario Seto, serta sejumlah direktur eksekutif, Luhut juga menekankan bahwa Uni Eropa adalah mitra dagang dan investasi utama Indonesia. Kerja sama ini dinilai membuka akses yang lebih luas ke pasar global, sekaligus memperkuat sektor-sektor unggulan dalam negeri.

Negosiasi IEU-CEPA sendiri telah berlangsung hampir satu dekade dan telah melalui 19 putaran pembicaraan. Perjanjian ini ditargetkan bisa mendorong ekspor Indonesia, terutama untuk komoditas seperti tekstil, alas kaki, pertanian, dan perikanan.

Baca Juga: Ekonom Beri Saran Negosiasi Ini ke Pemerintah RI Agar Trump Turunkan Tarif Impor

Lebih lanjut, Luhut menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen terhadap reformasi dan deregulasi kebijakan perdagangan. Penyederhanaan prosedur dan penurunan biaya ekonomi menjadi fokus pemerintah untuk menciptakan iklim usaha yang lebih kompetitif di era Presiden Prabowo Subianto.

“Indonesia siap terus berdialog dan mencari solusi yang saling menguntungkan untuk menyelesaikan negosiasi IEU-CEPA,” tutup Luhut. Pertemuan ini menjadi sinyal kuat kesiapan Indonesia dalam memainkan peran lebih besar di lanskap perdagangan global yang dinamis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×