kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Indonesia Negosiasi Tarif Impor Trump, Ini Permintaan Pemerintahan AS


Jumat, 18 April 2025 / 10:24 WIB
Indonesia Negosiasi Tarif Impor Trump, Ini Permintaan Pemerintahan AS
ILUSTRASI. Amerika Serikat telah menyampaikan sejumlah persyaratan kepada Indonesia dalam negosiasi tarif impor Trump. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pemerintah Indonesia tengah melakukan negosiasi kepada pemerintahan Amerika Serikat (AS) terkait kebijakan tarif impor yang ditetapkan oleh Presiden Donald Trump.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa kedua negara ini sepakat untuk menyelesaikan perundingan dalam waktu 60 hari ke depan.

Airlangga mengungkapkan bahwa dalam proses negosiasi perdagangan dengan Amerika Serikat, kedua negara saling mengajukan harapan terkait kebijakan tarif dan non-tarif.

Baca Juga: Bisnis Terancam Perang Tarif Trump, Pemerintah Siapkan Paket Kebijakan Ekonomi

Menurut Airlangga, Amerika Serikat telah menyampaikan sejumlah persyaratan dalam negosiasi tersebut. Salah satu yang menjadi fokus utama adalah permintaan agar tarif perdagangan menjadi lebih berimbang.

"Amerika sudah menyampaikan apa yang mereka harapkan. Tentu paket pertama yang terkait dengan tarif yang diharapkan bisa menjadi tarif berimbang," ujar Airlangga dalam Konferensi Pers di Washington DC yang dipantau secara daring, Jumat (18/4).

Pemerintah Indonesia, lanjutnya, juga menyuarakan hal serupa. Indonesia berharap agar 20 produk unggulan ekspor ke pasar Amerika dapat dikenakan tarif yang kompetitif, bahkan tidak lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara pesaing.

Baca Juga: Negosiasi dengan AS, Indonesia Berupaya Dapatkan Tarif Impor Lebih Rendah

Selain tarif, isu non-tarif juga menjadi perhatian. Airlangga menyatakan bahwa terdapat beberapa permintaan dari pihak Amerika terkait kebijakan non-tarif. 

Menanggapi hal tersebut, Indonesia telah menyiapkan dan menyampaikan dokumen resmi sebagai respons.

“Untuk itu Indonesia juga sudah menyampaikan dokumen untuk merespons yang terkait dengan non-tariff measures tersebut,” pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×