Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pemerintah Indonesia tengah melakukan negosiasi kepada pemerintahan Amerika Serikat (AS) terkait kebijakan tarif impor yang ditetapkan oleh Presiden Donald Trump.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa kedua negara ini sepakat untuk menyelesaikan perundingan dalam waktu 60 hari ke depan.
Airlangga mengungkapkan bahwa dalam proses negosiasi perdagangan dengan Amerika Serikat, kedua negara saling mengajukan harapan terkait kebijakan tarif dan non-tarif.
Baca Juga: Bisnis Terancam Perang Tarif Trump, Pemerintah Siapkan Paket Kebijakan Ekonomi
Menurut Airlangga, Amerika Serikat telah menyampaikan sejumlah persyaratan dalam negosiasi tersebut. Salah satu yang menjadi fokus utama adalah permintaan agar tarif perdagangan menjadi lebih berimbang.
"Amerika sudah menyampaikan apa yang mereka harapkan. Tentu paket pertama yang terkait dengan tarif yang diharapkan bisa menjadi tarif berimbang," ujar Airlangga dalam Konferensi Pers di Washington DC yang dipantau secara daring, Jumat (18/4).
Pemerintah Indonesia, lanjutnya, juga menyuarakan hal serupa. Indonesia berharap agar 20 produk unggulan ekspor ke pasar Amerika dapat dikenakan tarif yang kompetitif, bahkan tidak lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara pesaing.
Baca Juga: Negosiasi dengan AS, Indonesia Berupaya Dapatkan Tarif Impor Lebih Rendah
Selain tarif, isu non-tarif juga menjadi perhatian. Airlangga menyatakan bahwa terdapat beberapa permintaan dari pihak Amerika terkait kebijakan non-tarif.
Menanggapi hal tersebut, Indonesia telah menyiapkan dan menyampaikan dokumen resmi sebagai respons.
“Untuk itu Indonesia juga sudah menyampaikan dokumen untuk merespons yang terkait dengan non-tariff measures tersebut,” pungkasnya.
Selanjutnya: Terjebak Gaji Bulanan? Robert Kiyosaki Bongkar Rahasia Keluar dari Rat Race!
Menarik Dibaca: 5 Obat Tradisional Asam Urat Alami yang Layak Dicoba
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News