kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

Indonesia meminta jenazah korban MH17 dipulangkan


Selasa, 22 Juli 2014 / 11:14 WIB
ILUSTRASI. Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasi Biang Keringat pada Anak


Reporter: Asep Munazat Zatnika, Petrus Dabu | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Pemerintah Indonesia melalui wakilnya di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mendesak agar pihak yang bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH17 diadili. Permintaan itu disampaikan wakil tetap Indonesia untuk PBB Desra Percaya, dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB pada 21 Juli 2014.

Selain pengadilan untuk pihak yang bertanggung jawab, Pemerintah Indonesia juga meminta jenazah para korban segera dipulangkan. "Harus dipulangkan tanpa penundaan," kata Desra dalam keterangan tertulisnya, Selasa (22/7).

Pernyataan itu juga menjadi salah satu poin dari resolusi yang dikeluarkan DK PBB. Resolusi tersebut disahkan secara konsesus dan disponsori oleh 13 negara anggota DK PBB, serta negara-negara lain yang warganya menjadi korban. Seperti diketahui dalam kecelakaan pesawat tersebut, sebanyak 12 warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban. Pesawat MH17 diduga jatuh karena ditembak, ketika melintasi Ukraina, dalam perjalannya dari Amsterdam ke Malaysia.

Dalam konsensusnya, DK PBB menyerukan agar penyelidikan internasional dilakukan secara penuh, menyeluruh dan secara independen. Seruan lain adalah agar semua aktifitas yang dilakukan penyelidik, yang menyelidiki jatuhnya pesawat MH17 dijamin keamanannya, serta diberikan akses ke lokasi jatuhnya pesawat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×