Reporter: Noverius Laoli | Editor: Sanny Cicilia
JAKARTA. Pemerintah tengah gencar meningkatkan investasi dalam negeri. Dengan meningkatkan dana investasi yang mengalir dalam negeri, potensi meningkatkan ekspor Indonesia mencapai 300% sampai lima tahun ke depan diyakni akan tercapai.
Menrut dia, untuk mencapai target itu, dibutuhkan nilai investasi sebesar US$ 211,5 miliar atau sekitar Rp 2.749,5 triliun (asumsi Rp 13.000 per dollar AS). Investasi sebesar itu ditargetkan mampu membuka lowongan kerja baru hingga 23 juta orang.
Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel saat memimpin delegasi bisnis Indonesia di Milan, Italia mengatakan dengan meningkatkan hukubungan binis dengan Italia, diharapkan membuka peluang masuknya investasi yang lebih besar ke dalam negeri. Ia bilang, kunjungannya ke Milan merupakan upaya strategis dan penting bagi peningkatan kerja sama kedua negara, terutama kerja sama produk tekstil dan produk unggulan ekspor Indonesia lainnya.
"Milan merupakan kota fesyen dunia yang selalu memikat para desainer, artis, fotografer, dan model dari seluruh dunia, serta industri kuliner dunia. Posisi ini menyebabkan Milan menjadi salah satu mitra penting bagi Indonesia," ujar Rachmat dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (2/5).
Mendag memaparkan perkembangan hubungan perdagangan kedua negara dan perekonomian Indonesia yang pertumbuhannya didukung perkuatan iklim usaha yang semakin kondusif dan transparan. Selain itu, target capaian yang akan diraih hingga tahun 2019, khususnya kebutuhan pembangunan fasilitas infrastruktur yang dapat dimanfaatkan para investor dari Italia untuk melakukan kerja sama dengan dunia usaha Indonesia.
Dalam acara misi dagang itu, Rachmat menjelaskan perkembangan ASEAN Economic Community (AEC) yang akan berlaku 1 Januari 2016. Ia juga menyampaikan keinginan kuat untuk meningkatkan hubungan perdagangan dengan Uni Eropa (EU) melalui kerja sama Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), termasuk juga dengan mitra dagang lainnya seperti Korea Selatan, Swiss, Jepang, dan Amerika Serikat.
Mendag optimistis kunjungannya kali ini mampu meningkatkan nilai ekspor Indonesia ke Italia pada tahun 2019 sebesar US$ 8,27 miliar. Angka ini merupakan peningkatan sebesar 263% dari nilai ekspor Indonesia ke Italia pada 2014 yang tercatat mencapai US$ 2,28 miliar.
Target peningkatan ekspor Indonesia ke Italia tersebut tidak kecil. Peningkatan hanya dapat tercapai melalui kerja sama intensif yang terus diupayakan melalui kegiatan people to people contact antara pelaku bisnis kedua negara. Rachmat optimistis melalui partisipasi Indonesia pada World Expo Milan (WEM) 2015 yang berlangsung selama 6 bulan, dari 1 Mei hingga 31 Oktober 2015, merupakan nation branding Indonesia di mata masyarakat Eropa, sekaligus menjadi katalisator peningkatan perdagangan dan investasi Indonesia ke arah yang semakin baik.
Catatan saja, ekspor nonmigas Indonesia ke Italia pada 2014 sebesar US$ 2,28 miliar, sedangkan ekspor nonmigas Indonesia ke Italia pada periode Januari-Februari 2015 mencapai US$ 346 juta. Komoditas utama ekspor Indonesia ke Italia pada periode Januari-Februari 2015 adalah minyak sawit (HS 1511) dengan pangsa ekspor 40,3%, batubara (HS 2701) dengan pangsa 9,8%, kopi (HS 0901) dengan pangsa 6,6%, t-shirt (HS 6109) dengan pangsa 3,8%, dan sepatu kulit (HS 6403) dengan pangsa ekspor 3,2% dari total ekspor nonmigas Indonesia ke Italia.
Impor Indonesia dari Italia pada 2014 sebesar US$ 1,72 miliar, sementara pada periode Januari-Februari 2015 sebesar US$ 218 juta. Produk utama impor Indonesia dari Italia adalah mesin pencuci piring (HS 8422) dengan pangsa 13,8%, keran untuk pipa (HS 8481) dengan pangsa 7,9%, dan mesin pengolah tembakau (HS 8478) dengan pangsa 3,8% dari total impor Indonesia dari Italia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













