kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Indonesia-China akan teken MoU bisnis US$ 20 M


Senin, 30 September 2013 / 21:18 WIB
ILUSTRASI. Penunjung memilih gula pasir di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta (11/1). KONTAN/Muradi/11/01/2012


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Pengusaha China dan Indonesia akan melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama kedua negara. Total nilai kerja sama kedua negara ditargetkan sebesar US$ 20 miliar.

Penandatanganan MoU itu akan diteken saat Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RRT)  Xi Jinping melakukan kunjungan ke Indonesia pada 2-3 Oktober 2013 mendatang.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, ada sejumlah MoU dan agreement yang akan ditandatangani pada level pemerintah ke pemerintah atau government to government dan business to business saat kedatangan Presdein Xi ke Indonesia.

"Sekarang sedang diseleksi di kantor saya, apa saja yang konkret dan tidak. Bersama dengan kedutaan kita melakukan seleksi, yang konkret betul akan kita agendakan untuk melakukan penandatanganan di depan Presiden SBY dan Xi Jinping," terang Hatta di kompleks Istana Merdeka, Senin (30/9).

Ia mengatakan, pemerintah mengharapkan dari total semua kerja sama tersebut nilainya mencapai US$ 20 miliar. Kerja sama tersebut meliputi bidang perdagangan, pertambangan, kawasan industri, manufaktur, dan sebagainya.

Di bidang pertambangan ada hilirisasi dan smelter seperti bauksit, nikel, seng. "Untuk smelter mereka menyadari Indonesia sangat serius menstop ekspor bahan mentah," tutur Hatta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×