kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Indonesia bisa kebanjiran insinyur asing


Senin, 20 April 2015 / 15:27 WIB
ILUSTRASI. Rekan jurnalis Palestina Mohammed Soboh dan Saeed al-Taweel, yang terbunuh ketika rudal Israel menghantam sebuah gedung saat mereka berada di luar untuk meliput di sebuah rumah sakit di Kota Gaza, 10 Oktober 2023.


Reporter: Benediktus Krisna Yogatama | Editor: Ruisa Khoiriyah

JAKARTA. Pemberlakukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun ini berpeluang menjadikan Indonesia kebanjiran tenaga insinyur asing. Maklum, hingga kini jumlah tenaga insinyur lokal masih terbilang kurang.

Raswari, Ketua Umum Persatuan Insinyur Profesional Indonesia menuturkan, kekurangan tenaga insinyur lokal sejauh ini sekitar 1 juta tenaga kerja. "Sekarang tenaga kerja insinyur sekitar 1,8 juta orang. Sedangkan kebutuhan insinyur kita sekitar 2,8 juta orang," ujar Raswari, Senin (20/4).

Ketika MEA berlangsung, Indonesia kemungkinan besar bakal diserbu oleh tenaga kerja insinyur asing.

Saat ini tenaga kerja insinyur bersertifikasi hanya 100.000 orang. Sebanyak 7.000 perusahaan sudah mengantungi sertifikasi yang diakui regional jadi bisa ikuti proyek di MEA. Adapun baru sekitar 500 orang yang telah tersertifikasi dan bisa ikut proyek MEA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×