kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.796.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.358   4,00   0,02%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

Indonesia-Australia siap membahas pencari suaka


Jumat, 05 Juli 2013 / 14:23 WIB
ILUSTRASI. Kenali 5 Makanan Penyebab Munculnya Jerawat, Mulai Batasi Yuk!


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Dikky Setiawan

BOGOR. Pemerintah Indonesia dan Australia sepakat membicarakan serius persoalan manusia perahu atau boat people. Dalam waktu dekat, kedua negara akan melakukan pertemuan khusus membahas persoalan itu dengan melibatkan sejumlah negara asal dan tempat transit para pencari suaka tersebut.

"Kami sepakat bahwa semua pihak bertanggungjawab terkait masalah boat people ini. Bukan hanya tanggungjawab Indonesia atau pun Australia tapi juga negara-negara lain seperti negara asal," ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Australia Kevin Rudd di Istana Bogor, Jumat (5/7).

Dalam penjelasannya, SBY menilai Australia dan Indonesia bisa dijadikan sebagai negara yang bertanggungjawab atas pencari suaka tersebut.

Selama ini Negara Afganistan, Iran dan Myanmar menjadi asal dari manusia perahu tersebut. Lalu mereka akan transit di Malaysia,Thailand dan Indonesia dengan tujuan Australia.

Semua negara ini akan dilibatkan dalam pertemuan khusus penanggulangan persoalan pencari suaka tersebut yang selama ini kerap menganggu hubungan kedua negara. Dengan meminta negara asal turut bertanggungjawab maka persoalan manusia perahu bisa diatasi.

SBY menambahkan, Australia menyambut baik rencana pertemuan yang melibatkan negara-negara lain untuk mengatasi persoalan pencari suaka dari negara-negara lain yang menuju negara Kanguru tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×