kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

Indonesia akan Kena Dampak Perlambatan Ekonomi China, Ini Sebabnya


Selasa, 16 Mei 2023 / 20:00 WIB
ILUSTRASI. Perlambatan ekonomi China akan membawa dampak negatif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/YU


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah keluar dari kebijakan nol Covid-19 dan membuka kembali perekonomian, China nampaknya belum bisa menunjukkan taringnya. 

Perekonomian China justru menunjukkan perlambatan. Beberapa tandanya, inflasi yang lemah dan kinerja industri manufaktur yang berada di zona kontraksi atau indeks di bawah 50.

Biro Statistik Nasional China mencatat, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) China pada April 2023 sebesar 0,1% yoy, atau terendah sejak Februari 2021. 

Tingkat inflasi ini melandai dari bulan Maret 2023 yang sebesar 0,7% yoy. 

Baca Juga: Perlambatan Ekonomi China, Lampu Merah untuk Indonesia

Sementara PMI Manufaktur China pada April 2023 jatuh ke 49,2 pada April 2023, atau menurun dari 51,6 pada Maret 2023. 

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengingatkan, perlambatan ekonomi China ini akan membawa dampak negatif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

"Bila terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi China, maka perekonomian dan perdagangan Indonesia pun berpotensi turun," terang Josua kepada Kontan.co.id, Selasa (16/5). 

Josua menjelaskan, ini karena eratnya hubungan perekonomian Indonesia dengan Negara Tirai Bambu. 

Contohnya, dalam hal perdagangan. China merupakan negara mitra dagang terbesar Indonesia. 

Pada tahun 2022, nilai ekspor Indonesia ke China mencakup 22,6% dari total ekspor Inodnesia. Pun nilai impor Indonesia dari China mencakup 28,5% dari total impor. 

Baca Juga: Indonesia Kecipratan Berkah Pembukaan Kembali Ekonomi China, Ini Buktinya

Josua juga menghitung, korelasi pertumbuhan ekonomi China dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia kini juga merupakan yang tertinggi dalam 15 tahun terakhir. 

"Ini dibandingkan dengan mitra dagang utama lainnya, seperti Amerika Serikat (AS) dan Jepang," tambah Josua. 

Namun, di luar kondisi ini, Josua tetap memandang positif pembukaan kembali ekonomi China berpeluang turut mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×