kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.678   92,00   0,52%
  • IDX 6.488   -235,09   -3,50%
  • KOMPAS100 861   -32,47   -3,63%
  • LQ45 640   -17,84   -2,71%
  • ISSI 235   -8,22   -3,38%
  • IDX30 363   -8,52   -2,30%
  • IDXHIDIV20 449   -6,61   -1,45%
  • IDX80 98   -3,40   -3,34%
  • IDXV30 127   -2,63   -2,03%
  • IDXQ30 117   -2,02   -1,70%

Indonesia akan genjot ekspor manufaktur ke Argentina


Rabu, 26 Juni 2019 / 18:09 WIB


Reporter: Abdul Basith | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  BOGOR. Untuk memperkecil defisit neraca perdagangan antara Indonesia dan Argentina, pemerintah akan menggenjot ekspor manufaktur ke Argentina. Pada 2018, Indonesia mengalami defisit perdagangan dengan Argentina sebesar US$ 1,9 miliar.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, kalau Indonesia mengejar ekspor dengan mengandalkan ekspor komoditas dinilai sulit. Namun bila yang ditawarkan adalah produk manufaktur, maka hal ini dinilai masih bisa.

Retno menjelaskan, produk manufaktur yang ditawarkan Indonesia berupa produk automobil. Sebelumnya Indonesia menawarkan penjualan pesawat produksi PT Dirgantara Indonesia (Persero) dan kereta dari PT Industri Kereta Api (INKA).

Dengan ekspor manufaktur dinilai akan lebih cepat bagi Indonesia mengejar defisit. Selain itu, Retno juga bilang Indonesia akan mendorong dari sektor investasi.
"Kemudian ya ini dari investasi, misalnya kita (tawarkan) maintenance, karena kita menjual pesawat dan sebagainya," terang Retno, Rabu (26/6).

Langkah mengejar defisit pun diamini oleh Argentina. Argentina telah memahami kondisi Indonesia yang perlu memperkecil jarak defisit untuk meningkatkan perdagangan kedua negara.

Retno pun menegaskan bahwa perluasan pasar Indonesia ke Argentina tidak berkaitan dengan perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan China. Peningkatan tersebut akan berdampak lebih ke depannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×