Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli
Dari sisi ekspektasi, pelemahan terlihat pada harapan penghasilan, lapangan kerja, dan kegiatan usaha ke depan.
Kondisi ini, menurut Josua, mengindikasikan rasa aman terhadap prospek ekonomi mulai berkurang meski belum mengarah pada pengetatan konsumsi.
Ia juga menyoroti faktor eksternal seperti ketidakpastian global akibat konflik geopolitik, lonjakan harga energi, dan volatilitas pasar keuangan yang turut memengaruhi sentimen konsumen di dalam negeri.
Meski begitu, pola konsumsi rumah tangga masih terjaga. Porsi konsumsi meningkat menjadi 72,2%, sementara tabungan stabil di 17,6% dan cicilan menurun ke 10,2%. Hal ini menunjukkan masyarakat tetap belanja, namun dengan pola lebih selektif.
Baca Juga: Ekspektasi Konsumen Terhadap Ekonomi Enam Bulan ke Depan Melemah
“Penurunan IKK ini lebih seperti sinyal peringatan dini, bukan tanda krisis,” ujarnya.
Ke depan, konsumsi rumah tangga diperkirakan masih bertahan selama pasar tenaga kerja stabil, inflasi terkendali, dan pendapatan riil tidak tertekan.
Namun, jika ketidakpastian global berlanjut dan mulai memukul lapangan kerja serta harga kebutuhan pokok, pelemahan konsumsi berpotensi berlanjut dalam beberapa bulan mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












