kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Indeks Keyakinan Konsumen Turun, Masyarakat Mulai Lebih Hati-Hati dalam Belanja


Sabtu, 11 April 2026 / 06:00 WIB
Indeks Keyakinan Konsumen Turun, Masyarakat Mulai Lebih Hati-Hati dalam Belanja
ILUSTRASI. Konsumen berbelanja kebutuhan pokok di pasar ritel modern (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli

Dari sisi ekspektasi, pelemahan terlihat pada harapan penghasilan, lapangan kerja, dan kegiatan usaha ke depan.

Kondisi ini, menurut Josua, mengindikasikan rasa aman terhadap prospek ekonomi mulai berkurang meski belum mengarah pada pengetatan konsumsi.

Ia juga menyoroti faktor eksternal seperti ketidakpastian global akibat konflik geopolitik, lonjakan harga energi, dan volatilitas pasar keuangan yang turut memengaruhi sentimen konsumen di dalam negeri.

Meski begitu, pola konsumsi rumah tangga masih terjaga. Porsi konsumsi meningkat menjadi 72,2%, sementara tabungan stabil di 17,6% dan cicilan menurun ke 10,2%. Hal ini menunjukkan masyarakat tetap belanja, namun dengan pola lebih selektif.

Baca Juga: Ekspektasi Konsumen Terhadap Ekonomi Enam Bulan ke Depan Melemah

“Penurunan IKK ini lebih seperti sinyal peringatan dini, bukan tanda krisis,” ujarnya.

Ke depan, konsumsi rumah tangga diperkirakan masih bertahan selama pasar tenaga kerja stabil, inflasi terkendali, dan pendapatan riil tidak tertekan.

Namun, jika ketidakpastian global berlanjut dan mulai memukul lapangan kerja serta harga kebutuhan pokok, pelemahan konsumsi berpotensi berlanjut dalam beberapa bulan mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×