kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Indef sebut stimulus PEN untuk UMKM bakal terhambat mekanisme penyaluran Himbara


Senin, 03 Agustus 2020 / 19:58 WIB
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi di anjungan tunai mandiri milik salah satu bank anggota perhimpunan bank negara atau Himbara di Jakarta, Minggu (12/7/2020). Hingga akhir Juni 2020, perbankan yang tergabung dalam Himbara telah merestrukturisasi kredit pada 3,2


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Noverius Laoli

“Apakah nanti masa relaksasi kreditnya selesai dan subsidi bunganya selesai UMKM mampu untuk mengembalikan. Inilah yang kemudian permasalahan dalam perbankan sendiri sangat berhati-hati, sehingga menyebabkan realisasi stimulusnya macet atau masih kecil,” kata Bhima kepada Kontan.co.id, Senin (3/8).

Oleh karena itu, Bhima bilang pemerintah perlu lebih memperhatikan usaha mikro dan ultra mikro. Sebab, lapisan UMKM tersebut merupakan populasi terbanyak dari Kementerian Koperasi dan UMKM yang menyebut tahun lalu ada 67 juta UMKM.

Baca Juga: Dibalik Aksi Perbankan Memborong SBN

Bhima menyarankan agar stimulus kredit UMKM lewat penempatan dana pemerintah di Himbara beserta subsidi bunga dapat berjalan secara pararel dengan diberikan stimulus lain seperti dana hibah pemerintah kepada usaha mikro dan ultra mikro.

Menurutnya, skema itu tidak cenderung berbelit dan bisa langsung dimanfaatkan untuk menjaga beban operasional di tengah pendapatan usaha kecil yang turun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×