kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.605.000   -35.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.980   9,00   0,05%
  • IDX 6.315   -19,16   -0,30%
  • KOMPAS100 830   -5,48   -0,66%
  • LQ45 627   -5,43   -0,86%
  • ISSI 218   0,30   0,14%
  • IDX30 353   -3,74   -1,05%
  • IDXHIDIV20 435   -6,25   -1,42%
  • IDX80 95   -0,51   -0,53%
  • IDXV30 119   -0,20   -0,17%
  • IDXQ30 113   -1,54   -1,35%

Imbas PDNS Direntas, Kementerian PUPR Sebut 462 Data Hilang


Selasa, 23 Juli 2024 / 08:30 WIB
Imbas PDNS Direntas, Kementerian PUPR Sebut 462 Data Hilang
ILUSTRASI. A projection of cyber code on a hooded man is pictured in this illustration picture taken on May 13, 2017. Capitalizing on spying tools believed to have been developed by the U.S. National Security Agency, hackers staged a cyber assault with a self-spreading malware that has infected tens of thousands of computers in nearly 100 countries. REUTERS/Kacper Pempel/Illustration TPX IMAGES OF THE DAY


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Kementerian PUPR, Taufiq Widjoyono mengungkapkan peretasan yang menimpa Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) menyebabkan hilangnya beberapa data.

Taufiq menyebutkan, data yang hilang tersebut terdiri dari 291 data Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kerja (LPPK) konstruksi, 84 data asosiasi badan usaha, 85 data asosiasi profesi dan 2 asosiasi rantai pasok. Data tersebut merupakan hasil pencatatan yang dilakukan hingga 19 Juni 2024.

Selain itu, Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) pada file dokumen pengalaman Sertifikat Badan Usaha (SBU) dan file dokumen pengalaman Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) yang tercatat hingga 20 Juni 2024 juga turut raib.

“Kerugian dari sistem yang down tadi, tendernya terlambat, harus diulang, dan lain-lain. Jadi termasuk juga data yang luar biasa, kita nggak bisa menilai data yang hilang tadi, itu kerugian yang terbesar,” ujarnya saat ditemui di Graha Gapensi, Jakarta, Senin (22/7).

Taufiq menjelaskan, peretasan pada sistem PDNS berlansung sejak 20 Juni hingga 18 Juli 2024, ini menyebabkan sistem layanan tidak bisa diproses hingga hilangnya data. Untuk itu, pelaku usaha konstruksi diminta untuk mengupload ulang data yang hilang pada sistem E-Simpan.

“Data hilang itu sudah enggak ketemu, terpaksa teman-teman (pelaku usaha konstruksi) harus mengupload lagi, mengisi lagi, itu kerugian yang menurut saya lebih mahal daripada sekedar uang,” jelas dia.

Taufiq mengungkapkan, saat ini layanan sudah kembali beroperasi secara normal namun masih dalam tahap uji coba. Menurutnya, pada tanggal 24 Juli 2024 sistem akan kembali seperti sedia kala.

“Jadi, sejak 18 Juli sebenarnya sudah normal cuma statusnya masih uji coba, karena kan kita belum yakin betul ini bener atau tidak, tapi 24 Juli kita kan berjalan resmi, normal,” ungkap dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×