kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Hubungan Djoko-Dipta masih misteri


Rabu, 13 Februari 2013 / 20:17 WIB
ILUSTRASI. Memerah, harga saham ADRO turun 1,61% di perdagangan bursa Selasa (5/10). KONTAN/Carolus Agus Waluyo/04/02/2019.


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Kabar pernikahan kedua tersangka kasus dugaan korupsi simulator SIM Irjen Djoko Susilo dengan finalis putri Solo tahun 2008 Dipta Anindita memang ramai dibicarakan di media. Sayangnya, terkait status Jenderal berbintang dua itu hingga kini Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Mabes Polri Komjen Fajar Prihantoro mengaku belum mengetahuinya.

"Dia belum lapor. Kan nanti lapor ke propam," kata Fajar saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (13/2).

Menurutnya, saat ini pihak Irwasum masih menunggu laporan dari yang bersangkutan atau istri pertama. Meski demikian, ia tetap menegaskan untuk anggota kepolisan memang terdapat larangan untuk memiliki istri lebih dari satu. Fajar pun masih belum bisa menjelaskan sanksi yang mengancam Irjen Djoko lantaran yang bersangkutan masih mendekam di rumah tahanan Guntur, Jakarta Selatan.

"Kan lagi proses di KPK, nggak boleh kita ambil dong," imbuhnya.

Nama Dipta sendiri mencuat ke permukaan sejak mantan putri Solo itu harus bolak-balik mendapat panggilan pemeriksaan di KPK. Bahkan ia pun kini sudah dalam status dicegah untuk bepergian ke luar negeri. Pencegahan itu dilakukan lantaran kepemilikan aset yang memiliki keterkaitan dengan Irjen Djoko sebagai tersangka kasus simulator.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×