kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Hotspot turun, pembakaran hutan masih merajalela


Senin, 29 Agustus 2016 / 16:44 WIB
Hotspot turun, pembakaran hutan masih merajalela

Reporter: Agus Triyono | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pembakaran hutan sampai saat ini masih merajalela. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada kurun waktu Januari sampai 26 Agustus, jumlah titik api mencapai 10.682.

Sutopo Purwo Negoro, Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB mengatakan, dari jumlah titik api tersebut saat ini masih tersisa mencapai 138 titik. Dari 138 titik tersebut, 85 titik atau 60% di antaranya berada di Riau.


"Dari 85 itu, 71 di antaranya berada di Rokan Hilir, itulah yang selama empat hari kemarin sebabkan 28 Agustus kemarin Singapura berasap walau konsentrasinya tipis," katanya di Jakarta Senin (29/8).

Sutopo mengatakan, walau masih merajalela, secara prosentase angka titik api pembakaran hutan sepanjang tahun ini berkurang banyak jika dibandingkan tahun 2015 kemarin. Tahun 2015, jumlah titik api mencapai Rp 32.734 titik. 

Tahun ini, jumlah titik api mencapai 12.884 titik. "Turun sekitar 61%," katanya.

Sutopo mengatakan, penurunan titik api tersebut disebabkan oleh dua faktor. Pertama, upaya kerja keras pemerintah dalam mengatasi kasus pembakaran hutan. "Upaya pemerintah sudah jauh lebih keras dari sebelumnya," katanya.

Selain itu, penurunan titik api juga terjadi akibat faktor kemarau basah yang terjadi pada sepanjang tahun ini. "Hal tersebut membuat hutan sulit terbakar," katanya.




TERBARU

Close [X]
×