kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.668   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.095   -223,56   -3,54%
  • KOMPAS100 805   -27,79   -3,34%
  • LQ45 616   -14,28   -2,26%
  • ISSI 214   -11,19   -4,97%
  • IDX30 352   -8,00   -2,22%
  • IDXHIDIV20 439   -9,68   -2,16%
  • IDX80 93   -3,02   -3,15%
  • IDXV30 121   -3,14   -2,53%
  • IDXQ30 115   -2,35   -2,00%

Hingga Saat ini 197.876 Jemaah Haji Telah Diberangkatkan Ke Arab Saudi


Kamis, 21 Mei 2026 / 16:03 WIB
Hingga Saat ini 197.876 Jemaah Haji Telah Diberangkatkan Ke Arab Saudi
ILUSTRASI. Kementerian Haji dan Umroh mencatat, berdasarkan data terakhir, sebanyak 379 kloter dengan 146.622 j (KONTAN/Siti Masitoh)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – MAKKAH. Kementerian Haji dan Umroh mencatat, hingga 20 Mei 2026, sebanyak 513 kloter dengan 197.876 jemaah haji dan 2.044 petugas telah diperangkatkan ke Tanah Suci.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha memerinci, dari njumlah tersebut, sebanyak 237 kloter dengan 90.691 Jemaah dan 945 petugas telah tiba di Bandara King Abdullah Aziz Jeddah, dan sebanyak 502 kloter dengan 193.593 Jemaah dan 2.008 petugas telah tiba di Kota Mekah Al-Mukarrama.

Sejalan dengan itu, hingga saat ini sebanyak 15.418 jemaah haji khusus telah tiba di Arab Saudi menjelang fase puncak haji.

Baca Juga: Perang Timur Tengah Belum Usai, Pemerintah Lanjutkan Kebijakan WFH Dua Bulan ke Depan

“Secara umum seluruh layanan Jemaah Indonesia mulai dari pemerangkatan di Tanah Air, kedatangan di Arab Saudi, berbagai layanan mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, hingga pembinaan ibadah terus berjalan dengan pendampingan penuh dari petugas,” tutur Ichsan dalam konferensi pers, Kamis (21/5/2026).

Lebih lanjtut, Ichsan membeberkan, Kementeran Haji dan Umrah bersama PPPI Arab Saudi 2026 terus memperkuat kesiapan layanan di Arafah Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Seluruh unsur layanan terus dikoordinasikan baik terkait dengan kesiapan tenda, konsumsi, transportasi, layanan kesehatan, pelindungan Jemaah maupun penempatan petugas di titik-titik layanan.

“Fase Armuzna merupakan tahapan paling penting sekaligus paling padat dalam penyanggai pada haji,” jelasnya.

Karena itu, pemerintah memastikan seluruh skema pergerakan jemaah disiapkan secara bertahap, terukur dan memperhatikan aspek keselamatan, terutama bagi Jemaah lanjut usia, disabilitas, perempuan serta Jemaah dengan resiko kesehatan.

Baca Juga: BI Diprediksi Berpeluang Mengerek BI Rate 0,5% pada Sisa Tahun 2026, Ini Pemicunya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×