kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Hingga 15 Oktober 2021, BI sudah beli SBN di pasar perdana Rp 142,54 triliun


Selasa, 19 Oktober 2021 / 16:57 WIB
ILUSTRASI. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, hingga 15 Oktober 2021, BI sudah melakukan pembelian SBN di pasar perdana Rp 142,54 triliun.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memegang teguh komitmennya untuk menjalankan peran dalam pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021.  Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, hingga 15 Oktober 2021, bank sentral sudah melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar perdana sebesar Rp 142,54 triliun.  

“Ini terdiri dari Rp 67,08 triliun melalui mekanisme lelang utama dan Rp 75,46 triliun melalui mekanisme Greenshoe Option (GSO),” ujar Perry, Selasa (19/10) via video conference. 

Nah, selain mendukung pendanaan APBN 2021, BI juga terus berusaha menjaga likuiditas tetap longgar. 

Baca Juga: BI optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 di kisaran 3,5% - 4,3%

Untuk itu, bank sentral juga telah menambah likuiditas atau quantitative easing (QE) di perbankan sebesar Rp 129,92 triliun per 15 Oktober 2021. 

Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa kondisi likuiditas tetap longgar, didorong oleh kebijakan moneter yang akomodatif. 

Selanjutnya: Revisi perkiraan inflasi 2021, BI: Di bawah titik tengah kisaran sasaran

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×