kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.546.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 18.175   9,00   0,05%
  • IDX 5.032   -65,62   -1,29%
  • KOMPAS100 648   -7,84   -1,19%
  • LQ45 512   -3,34   -0,65%
  • ISSI 169   -2,63   -1,54%
  • IDX30 288   -1,06   -0,37%
  • IDXHIDIV20 389   0,24   0,06%
  • IDX80 75   -0,77   -1,02%
  • IDXV30 108   0,91   0,85%
  • IDXQ30 97   -0,30   -0,31%

Hingga 15 Oktober 2021, BI sudah beli SBN di pasar perdana Rp 142,54 triliun


Selasa, 19 Oktober 2021 / 16:57 WIB
ILUSTRASI. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, hingga 15 Oktober 2021, BI sudah melakukan pembelian SBN di pasar perdana Rp 142,54 triliun.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) memegang teguh komitmennya untuk menjalankan peran dalam pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021.  Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, hingga 15 Oktober 2021, bank sentral sudah melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar perdana sebesar Rp 142,54 triliun.  

“Ini terdiri dari Rp 67,08 triliun melalui mekanisme lelang utama dan Rp 75,46 triliun melalui mekanisme Greenshoe Option (GSO),” ujar Perry, Selasa (19/10) via video conference. 

Nah, selain mendukung pendanaan APBN 2021, BI juga terus berusaha menjaga likuiditas tetap longgar. 

Baca Juga: BI optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 di kisaran 3,5% - 4,3%

Untuk itu, bank sentral juga telah menambah likuiditas atau quantitative easing (QE) di perbankan sebesar Rp 129,92 triliun per 15 Oktober 2021. 

Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa kondisi likuiditas tetap longgar, didorong oleh kebijakan moneter yang akomodatif. 

Selanjutnya: Revisi perkiraan inflasi 2021, BI: Di bawah titik tengah kisaran sasaran

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×