kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Hayono Isman: Itu biaya operasional, bukan suap


Jumat, 13 Desember 2013 / 21:00 WIB
ILUSTRASI. Telur adalah salah satu makanan yang baik untuk penderita tekanan darah rendah.


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Hayono Isman menegaskan bahwa tidak ada bagi-bagi uang dalam Kongres Partai Demokrat 2010. Kendati demikian, menurutnya, dalam kongres tersebut memang ada biaya yang dikeluarkan oleh para kandidat Ketua Umum adalah biaya yang sifatnya operasional, seperti mengundang makan di suatu tempat.

"Itu biaya operasional, bukan biaya suap. Jadi harus dibedakan," katanya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (13/12).

Terkait adanya isu bagi-bagi uang untuk suap dalam kongres tersebut, anggota Komisi I DPR tersebut mengaku dirinya masih mempertanyakan kebenaran akan isu tersebut. Pasalnya, sejauh pengetahuannya, pemenangan Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dalam kongres itu bersih dari praktik-praktik suap.

"Ya kita serahkan sajalah kepada KPK supaya bisa disampaikan kepada publik," imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok mengatakan bahwa pembagian uang transpor untuk para Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dalam Kongres Partai Demokrat 2010 merupakan hal yang sah. Menurutnya, semua calon ketua umum ketika itu membagi-bagikan uang transpor yang nilainya sekitar Rp 1 juta hingga Rp 5 juta. (Rahmat Fiansyah)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×