CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Hayono Isman: Itu biaya operasional, bukan suap


Jumat, 13 Desember 2013 / 21:00 WIB
ILUSTRASI. Telur adalah salah satu makanan yang baik untuk penderita tekanan darah rendah.


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Hayono Isman menegaskan bahwa tidak ada bagi-bagi uang dalam Kongres Partai Demokrat 2010. Kendati demikian, menurutnya, dalam kongres tersebut memang ada biaya yang dikeluarkan oleh para kandidat Ketua Umum adalah biaya yang sifatnya operasional, seperti mengundang makan di suatu tempat.

"Itu biaya operasional, bukan biaya suap. Jadi harus dibedakan," katanya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (13/12).

Terkait adanya isu bagi-bagi uang untuk suap dalam kongres tersebut, anggota Komisi I DPR tersebut mengaku dirinya masih mempertanyakan kebenaran akan isu tersebut. Pasalnya, sejauh pengetahuannya, pemenangan Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dalam kongres itu bersih dari praktik-praktik suap.

"Ya kita serahkan sajalah kepada KPK supaya bisa disampaikan kepada publik," imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok mengatakan bahwa pembagian uang transpor untuk para Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dalam Kongres Partai Demokrat 2010 merupakan hal yang sah. Menurutnya, semua calon ketua umum ketika itu membagi-bagikan uang transpor yang nilainya sekitar Rp 1 juta hingga Rp 5 juta. (Rahmat Fiansyah)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×