kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.889   19,00   0,11%
  • IDX 8.948   63,58   0,72%
  • KOMPAS100 1.240   13,93   1,14%
  • LQ45 879   12,32   1,42%
  • ISSI 327   2,65   0,82%
  • IDX30 449   8,13   1,84%
  • IDXHIDIV20 531   10,57   2,03%
  • IDX80 138   1,59   1,17%
  • IDXV30 147   2,50   1,73%
  • IDXQ30 144   2,26   1,60%

Hatta mengaku kunjungi Istana untuk tengok cucu


Rabu, 01 Oktober 2014 / 06:08 WIB
Hatta mengaku kunjungi Istana untuk tengok cucu
ILUSTRASI. Sebelum Tukar Valas, Cek Kurs Dollar-Rupiah BRI Jelang Tengah Hari Ini Jumat (14/4)./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/08/01/2021.


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Ketua umum partai amanan nasional (PAN) yang juga mantan calon wakil presiden Hatta Rajasa tiba-tiba muncul di Istana Negara. Ketika dipergoki keluar pintu masuk Istana, Hatta mengaku kedatangannya untuk menengok cucunya, Airlangga Satriadhi Udhoyono.

Ia juga membantah, kedatangannya terkait urusan politik dengan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang juga ketua dewan pembina partai Demokrat. "Tidak ada, cuma urusan cucu," ujar Hatta, sambil bergegas menuju pintu mobil, Selasa (30/9).

Ia keluar dari Istana Negara, mengenakan batik berwarna biru, didampingi ajudannya. Hatta juga menolak berkomentar soal rencana SBY mengajukan peraturan pengganti perundang-undangan (Perppu) soal pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Keberadaan Hatta diketahui, setelah SBYmenggelar rapat terbatas soal Perppu tersebut. Wartawan yang keluar dari kantor presiden, mendapati sebuah kendaraan beserta supir pribadi Hatta. Setelah ditunggu, pria berambut perak ini keluar.

Sebelumnya, menteri koordinator bidang perekonomian Chaerul Tanjung yang ikut dalam rapat terbatas soal Perppu bilang, supaya aturan itu disetujui partai Demokrat harus mendapat dukungan dari partai lain, diluar partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), partai kebagkitan bangsa (PKB), partai Hanura, dan partai Nasdem.

Chaerul menilai PAN dan partai persatuan pembangunan (PPP) kemungkinan yang masih bisa ditarik. Jika tidak, jumlah suara pendukung Pilkada langsung hanya berjumlah 48% dari total kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2015-2019.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×