kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45780,32   4,77   0.62%
  • EMAS1.023.000 -0,68%
  • RD.SAHAM 0.16%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Hati-hati! BMKG: Waspada cuaca ekstrem jelang pancaroba


Selasa, 01 September 2020 / 05:30 WIB
Hati-hati! BMKG: Waspada cuaca ekstrem jelang pancaroba

Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyatakat untuk waspada terhadap kondisi cuaca saat peralihan jelang musim penghujan. Menurut Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Miming Saepudin, cuaca ekstrem kemungkinan akan terjadi saat musim peralihan pada September. 

"Selama pancaroba itu relatif kejadian cuaca ekstrem seperti puting beliung kemudian hujan lebat dalam durasi singkat, kemudian petir itu bisa lebih sering terjadi selama pancaroba," kata Miming dalam rapat koordinasi secara virtual bersama BNPB, Senin (31/8/2020). 

"Jadi mulai bulan September, Oktober, November kita perlu waspadai untuk kondisi-kondisi tersebut," ujar dia. 

Baca Juga: Cuaca besok di Jawa Bali: Surabaya cerah dan Bandung cerah berawan

Miming mengatakan, 85% wilayah di Indonesia masih akan mengalami musim kemarau pada September. Sementara sisanya atau 15% sudah masuk pada musim penghujan. "85% wilayah Indonesia masih memasuki musim kemarau. Sedangkan untuk 15%-nya itu dia sudah mulai basah," imbuhnya. 

Beberapa wilayah yang mulai masuk pada musim hujan, disebut Miming, antara lain sebagian kecil Sumatera Utara bagian selatan. Kemudian di Sumatera Barat di bagian Tengah, Kalimantan tengah, Kalimantan Utara, kemudian wilayah Timur Kalimantan. 

"Sedangkan untuk wilayah Sulawesi ada di Sulawesi bagian Barat, kemudian di wilayah Sulawesi bagian Utara," ungkapnya. 

Baca Juga: BMKG: Waspadai cuaca panas di bulan September 2020

Kemudian ada Maluku dan Maluku Utara dan Papua Tengah. Sedangkan mayoritas wilayah Jawa masih akan mengalami musim kemarau. 

"Sangat kecil posisi wilayah yang basahnya sebagian kecil ada di wilayah Jawa Tengah, kemudian ada di wilayah selatan Jawa Barat," lanjut dia. 

Terkait puncak musim kemarau, kata Miming, 64,9% daerah terjadi pada Agustus. Sementara 18,7% terjadi di September. "Lebih dari 64% itu puncak musim kemaraunya di bulan Agustus," ucap Miming.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BMKG Ingatkan Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem Jelang Pancaroba"
Penulis : Sania Mashabi
Editor : Krisiandi

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×