kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.593.000   1.000   0,04%
  • USD/IDR 17.731   24,00   0,14%
  • IDX 6.508   46,95   0,73%
  • KOMPAS100 859   3,47   0,41%
  • LQ45 652   1,62   0,25%
  • ISSI 226   3,10   1,39%
  • IDX30 362   0,19   0,05%
  • IDXHIDIV20 451   -0,06   -0,01%
  • IDX80 98   0,38   0,39%
  • IDXV30 125   0,25   0,20%
  • IDXQ30 117   -0,08   -0,07%

Hari ini, 300.000 paket obat pasien Covid-19 yang isolasi mandiri dibagikan gratis


Kamis, 15 Juli 2021 / 11:32 WIB
Presiden Jokowi didampingi Menteri BUMN dan Panglima TNI meluncurkan Paket Obat Isoman di Istana Merdeka, Kamis (15/07/2021) 


Reporter: Titis Nurdiana | Editor: Titis Nurdiana

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa  300.000 paket bantuan obat dan vitamin untuk pasien corona atau Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri diberikan secara gratis alias tidak diperjualbelikan.

"Pemerintah mulai hari ini akan membagikan paket vitamin dan obat untuk isolasi mandiri, gratis di wilayah-wilayah yang berisiko," kata Jokowi seperti ditayangkan di Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (14/7).

Baca Juga: Jokowi: Pemerintah bagikan paket vitamin dan obat untuk pasien Covid-19

Ada tiga jenis paket obat yang akan diberikan pemerintah untuk tujuh hari konsumsi.

Paket pertama, berisi vitamin untuk pasien positif virus corona yang tidak memiliki gejala.

Kedua, vitamin dan obat untuk pasien Covid-19 dengan gejala demam dan kehilangan penciuman. Adapun paket obat kedua ini membutuhkan konsultasi dan resep dokter.

Paket ketiga, berisi vitamin dan obat untuk warga dengan PCR positif disertai keluhan panas, batuk kering. “Paket ini juga membutuhkan konsultasi dan juga resep dari dokter," jelas Presiden

Sekali lagi, Presiden menegaskan bahwa obat-obatan tersebut diberikan secara gratis

Stok untuk paket obat dan vitamin bagi pasien Covid-19 isolasi mandiri ini disiapkan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Sementara itu, proses pendistribusian obat dilakukan oleh TNI.

"Tentu saja akan berkoordinasi dengan pemda sampai pemerintah desa maupun melibatkan Puskesmas, Babinsa dan pengurus RT/RW," ujar Jokowi.

  •  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×