Reporter: Hervin Jumar | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga sejumlah komoditas pangan strategis masih berfluktuasi pada awal Juni 2026.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, Senin (1/6/2026), harga cabai rawit merah masih bertahan di level tinggi, sementara minyak goreng dan daging ayam ras segar mencatat kenaikan harian.
Cabai rawit merah dibanderol Rp 77.350 per kilogram (kg), meski turun 1,4% atau Rp 1.100 dibanding hari sebelumnya. Harga cabai rawit hijau pun turun cukup dalam sebesar 17,37% atau Rp 9.900 menjadi Rp 47.100 per kg.
Baca Juga: Relaksasi Pelaporan SPT Pajak Berakhir, Tingkat Kepatuhan Masih di Bawah Target
Sementara itu, cabai merah besar turun 5,18% atau Rp 3.500 menjadi Rp 64.050 per kg dan cabai merah keriting turun 4,03% atau Rp 2.650 menjadi Rp 63.050 per kg.
Di kelompok protein hewani, harga daging ayam ras segar justru naik signifikan sebesar 7,07% atau Rp 2.750 menjadi Rp 41.650 per kg. Sebaliknya, harga telur ayam ras segar turun tipis 0,33% atau Rp 100 menjadi Rp 30.350 per kg.
Untuk daging sapi, harga kualitas I turun 3,72% atau Rp 5.550 menjadi Rp 143.600 per kg. Harga daging sapi kualitas II juga turun 2,32% atau Rp 3.250 menjadi Rp 136.800 per kg.
Pada kelompok beras, mayoritas jenis mengalami penurunan harga. Beras kualitas bawah I turun 1,72% atau Rp 250 menjadi Rp 14.300 per kg. Beras kualitas medium I turun 1,24% atau Rp 200 menjadi Rp 15.950 per kg. Beras kualitas medium II turun 2,81% atau Rp450 menjadi Rp 15.550 per kg.
Selain itu, beras kualitas super I turun 2,01% atau Rp 350 menjadi Rp 17.050 per kg dan beras kualitas super II turun 2,37% atau Rp 400 menjadi Rp 16.500 per kg. Hanya beras kualitas bawah II yang mengalami kenaikan sebesar 0,69% atau Rp 100 menjadi Rp 14.550 per kg.
Baca Juga: Purbaya: Coretax Siap Lacak Pengusaha yang Pecah Usaha demi Pajak Murah
Di kelompok minyak goreng, harga minyak goreng curah naik 1,94% atau Rp 400 menjadi Rp 21.000 per kg. Minyak goreng kemasan bermerek I juga naik 1,46% atau Rp 350 menjadi Rp 24.300 per kg. Adapun minyak goreng kemasan bermerek II turun 0,65% atau Rp150 menjadi Rp 23.000 per kg.
Di samping itu, harga bawang merah ukuran sedang turun 0,9% atau Rp 450 menjadi Rp 49.750 per kg. Bawang putih ukuran sedang juga turun 0,65% atau Rp 250 menjadi Rp 38.450 per kg.
Sementara itu, gula pasir premium naik tipis 0,25% atau Rp 50 menjadi Rp 20.300 per kg. Sebaliknya, gula pasir lokal turun 0,26% atau Rp 50 menjadi Rp 19.050 per kg.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Badan Pangan Nasional (Bapanas), Maino Dwi Hartono, mengatakan kondisi harga pangan nasional secara umum masih terkendali di tengah ketidakpastian global.
"Kalau kita bicara kondisi harga pangan, kita harus bersyukur terlebih dahulu dengan situasi global dunia hari ini yang tidak menentu, tapi kondisi neraca pangan kita secara nasional masih cukup kuat," ujar Maino dalam keterangan tertulis, Minggu (31/5/2026).
Menurut Maino, inflasi yang menurun pada April 2026 menunjukkan harga pangan nasional masih relatif stabil. Hanya saja, tantangan utama masih berada pada aspek distribusi lantaran sentra produksi pangan belum tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia.
Ia mengungkapkan, berdasarkan pemantauan Bapanas hingga 29 Mei 2026, sejumlah komoditas strategis masih berada dalam rentang Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun Harga Acuan Penjualan (HAP). Harga beras medium nasional tercatat Rp13.456 per kg atau turun 0,19% dibanding sepekan sebelumnya. Daging ayam ras berada di Rp38.385 per kg dan telur ayam ras Rp29.469 per kg, yang masih di bawah HAP.
Baca Juga: Siap Hadapi El-Nino, Wamentan Mengklaim Stok Beras Indonesia Capai 28 Juta Ton
Meski demikian, beberapa komoditas masih perlu mendapat perhatian karena berada di atas harga acuan, seperti bawang merah yang mencapai Rp47.185 per kg dan cabai merah keriting Rp60.638 per kg. Sementara cabai rawit merah masih menjadi komoditas yang paling rentan mengalami fluktuasi harga.
Lebih lanjut, Maino menjelaskan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, pemerintah mempercepat berbagai program intervensi. Hingga Mei 2026, realisasi program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras telah mencapai 507.000 ton atau melonjak sekitar 180% dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar 181.000 ton.
Selain itu, pemerintah telah menyalurkan bantuan pangan beras dan minyak goreng kepada 15,4 juta keluarga penerima manfaat. Program Gerakan Pangan Murah (GPM) juga terus diperluas dengan realisasi 5.037 kegiatan di 417 kabupaten/kota hingga akhir Mei, lebih tinggi dibanding 3.482 kegiatan pada periode yang sama tahun lalu.
Maino menegaskan pemerintah tidak hanya menjaga harga di tingkat konsumen, tetapi juga memastikan petani dan peternak memperoleh harga yang layak agar produksi pangan nasional tetap terjaga.
"Oleh karena itu, intervensi-intervensi dari pemerintah menyasar keduanya, bisa di tingkat produsen melalui penyerapan panen dengan harga yang baik, kemudian penyaluran beras SPHP untuk di tingkat konsumen," jelas Maino.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













