kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.605.000   -35.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.981   10,00   0,06%
  • IDX 6.315   -19,16   -0,30%
  • KOMPAS100 830   -5,48   -0,66%
  • LQ45 627   -5,43   -0,86%
  • ISSI 218   0,30   0,14%
  • IDX30 353   -3,74   -1,05%
  • IDXHIDIV20 435   -6,25   -1,42%
  • IDX80 95   -0,51   -0,53%
  • IDXV30 119   -0,20   -0,17%
  • IDXQ30 113   -1,54   -1,35%

Harga Minyak Kembali Naik, Purbaya Siapkan Berbagai Skenario APBN


Jumat, 24 Juli 2026 / 14:28 WIB
Harga Minyak Kembali Naik, Purbaya Siapkan Berbagai Skenario APBN
ILUSTRASI. Pemerintah mulai menyiapkan berbagai skenario APBN sebagai langkah antisipasi menyusul kembali naiknya harga minyak dunia. (KONTAN/Nurtiandriyani S)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pemerintah mulai menyiapkan berbagai skenario Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai langkah antisipasi menyusul kembali naiknya harga minyak dunia. 

Simulasi tersebut dilakukan untuk memastikan ruang fiskal tetap terjaga di tengah potensi peningkatan beban belanja negara, terutama untuk subsidi energi.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, pemerintah akan tetap menjaga anggaran subsidi energi, termasuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi.

Meski demikian, pemerintah juga mulai menghitung dampak sejumlah skenario pergerakan harga minyak terhadap APBN.

Baca Juga: ​Pengemudi Alphard di Bundaran HI Terancam Pasal Berlapis, Ini Daftarnya

Menurutnya, arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat kabinet agar pemerintah memiliki kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan perkembangan harga minyak global. 

Simulasi itu mencakup sejumlah asumsi harga minyak untuk melihat konsekuensinya terhadap kebutuhan anggaran negara.

"Kalau yang subsidi (energi) akan kita jaga terus. Cuma kemarin waktu di rapat kabinet, Presiden meminta kami melakukan simulasi untuk harga minyak dengan skenario yang berbeda, kan satu saja atau lebih jadi bagaimana kita anggarannya? Jadi kita kan sedang hitung tadi," ujar Purbaya kepada awak media di Kantor Kemenkeu, Jumat (24/7/2026).

Hasil perhitungan tersebut akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan langkah kebijakan fiskal apabila tren kenaikan harga minyak berlanjut.

Seperti yang diketahui, harga minyak melanjutkan kenaikan pada perdagangan Jumat (24/7/2026). 

Pukul 14.15 WIB, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman September 2026 berada di level US$ 98,91 per barel. Bahkan, pada sesi sebelumnya, Brent tembus ke atas US$ 100,69 per barel.

Sejalan, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September 2026 berada di posisi US$ 90,5 per barel, setelah ditutup di level US$ 92,19 per barel di sesi sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×