kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.884   -16,00   -0,09%
  • IDX 7.921   -14,60   -0,18%
  • KOMPAS100 1.116   -0,64   -0,06%
  • LQ45 812   -3,84   -0,47%
  • ISSI 278   0,50   0,18%
  • IDX30 424   -1,80   -0,42%
  • IDXHIDIV20 511   -4,23   -0,82%
  • IDX80 125   -0,15   -0,12%
  • IDXV30 138   -0,78   -0,57%
  • IDXQ30 138   -0,82   -0,59%

Harga minyak drop, penerimaan negara melemah


Senin, 14 September 2015 / 18:07 WIB
Harga minyak drop, penerimaan negara melemah


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Terus melemahnya harga minyak mentah dunia membuat investasi di sektor minyak mentah begitu lesu.

Bahkan pada akhir pekan lalu, pernyataan mengejutkan datang dari Goldman Sachs Group Inc terkait dengan menurunnya harga minyak mentah dunia tersebut.

Goldman Sachs Group Inc dengan berani menyatakan memangkas target harga minyak pada tahun ini menjadi US$ 47 per barel dari harga sebelumnya di bulan Mei lalu sebesar US$ 57 per barel.

Pemangkasan target harga minyak tersebut karena suplai minyak dunia yang melimpah hingga tahun depan.

Kondisi ini tentu akan memaksa harga minyak mentah dunia terus mengalami penurunan, bahkan bisa menyentuh level US$ 20 per barel.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja menyatakan jika harga minyak mencapai level US$ 20 per barel, maka tidak akan banyak kontraktor migas yang akan mampu bertahan untuk terus memproduksi migas.

"Kalau sampai $ 20 per barel, cuma Arab Saudi yang masih bisa produksi, yang lain pasti tidak kuat,"ujar Wiratmaja pada Senin (14/9).

Wiratmaja pun melihat harga minyak memang perlahan-lahan terus mengalami penurunan setelah sebelumnya sempat mengalami kenaikan.

Saat ini, harga minyak mentah dunia pun hanya mampu menyentuh level US$ 48 per barel.

"Harga minyak mentah memang sempat baik sebentar, sudah itu pelan-pelan turun lagi. Penerimaan negara pasti turun sekali, tetapi kita jadi bisa membeli dengan harga murah," komentar Wiratmaja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×