kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Harga meroket, Gita panggil asosiasi penjual ayam


Kamis, 11 Juli 2013 / 21:59 WIB
ILUSTRASI. Film The Tinder Swindler.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Harga daging ayam yang terus meroket belakangan ini membuat Menteri Perdagangan Gita Wirjawan memanggil asosiasi penjual daging ayam. Rencananya, pertemuan dengan asosiasi pedagang daging ayam itu akan berlangsung besok, Jumat (12/7) di Jakarta.

“Besok saya akan undang pemain-pemain ayam. Ketua asosiasi ayam harus menyikapi kenaikan harga daging ayam ini dengan bijaksana, supaya terjadi stabilisasi harga daging ayam di pasaran,” tutur Gita kepada awak media saat hendak buka puasa bersama di Istana Negara, Kamis (11/7).

Menurut Gita, kenaikan harga daging ayam berkorelasi dengan kenaikan harga daging sapi. Pasalnya, harga daging sapi yang sudah mencapai di atas Rp 100.000 per kilogram (kg), membuat sebagian besar masyarakat beralih membeli daging ayam. Maka ketika permintaan daging ayam meningkat, maka otomatis harga daging ayam ikut terdongkrak.

Nah pada pekan depan, diharapkan Bulog sudah bisa mendatangkan daging sapi ke Indonesia. Dengan demikian harga daging sapi kembali stabil dan otomatis harga daging ayam juga ikut stabil karena permintaan menurun. Sejauh ini, lanjut Gita, pemerintah belum memikirkan untuk melakukan impor daging ayam.

“Tidak perlu impor, kalau stok daging ayam sudah cukup. Cuma daging sapi saja,” ujar Gita. Selain karena permintaan melonjak, kenaikan  bahan baku pakan ayam seperti jagung  juga turut mendongkrak harga ayam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×