kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -8.000   -0,30%
  • USD/IDR 18.114   84,00   0,47%
  • IDX 5.884   10,17   0,17%
  • KOMPAS100 764   0,89   0,12%
  • LQ45 583   0,51   0,09%
  • ISSI 203   0,33   0,16%
  • IDX30 330   -0,44   -0,13%
  • IDXHIDIV20 408   -2,40   -0,58%
  • IDX80 87   0,22   0,25%
  • IDXV30 110   -0,55   -0,49%
  • IDXQ30 106   -0,55   -0,52%

Harga komoditas pangan kok tetap bertahan mahal, simak penyebabnya


Kamis, 14 Mei 2020 / 02:45 WIB


Reporter: Abdul Basith, Ratih Waseso | Editor: Syamsul Azhar

Salah satunya adalah gula karena tertundanya proses importasi komoditas tersebut yang sejatinya bisa menekan harga gula.

"Ada beberapa impor yang tertunda jadwalnya karena beberapa daerah di negara lain ada pembatasan akibat lockdown," katanya usai rapat terbatas, Rabu (13/5).

Tak hanya luar negeri, distribusi di dalam negeri juga terhambat akibat penerapan PSBB di sejumlah wilayah.

Faktor inilah yang membuat harga bawang merah di pasar masih tinggi. Padahal Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyatakan stok bawang merah saat ini mencukupi.

Hanya saja saat ini pasokan bawang merah tersebut berada di sejumlah sentra. Sementara daerah yang bukan menjadi sentra produksi mengalami kenaikan harga. 

"Saat ini neraca nasional stok bawang merah 78.000 ton dan bulan ini didistribusikan dengan tepat," tuturnya.

Pemerintah saat ini tengah memetakan daerah yang memerlukan distribusi bahan pangan. Nantinya distribusi akan dibantu menggunakan fasilitas milik TNI.

Presiden Joko Widodo pun memerintahkan jajarannya untuk mengamankan pasokan bahan pangan untuk menekan lonjakan harga pangan.

Sebab kenaikan harga ini menjadi penyebab daya beli masyarakat turun meski sudah ada ragam bantuan sosial yang pemerintah kucurkan.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×