kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.065   -51,80   -0,85%
  • KOMPAS100 792   -2,14   -0,27%
  • LQ45 597   -2,10   -0,35%
  • ISSI 211   -2,17   -1,02%
  • IDX30 338   -1,21   -0,36%
  • IDXHIDIV20 412   -3,14   -0,76%
  • IDX80 90   -0,27   -0,30%
  • IDXV30 111   -1,10   -0,99%
  • IDXQ30 108   -0,23   -0,22%

Harga Empat Komoditas Pangan Ini Berpotensi Naik Jelang Nataru


Senin, 12 Desember 2022 / 13:56 WIB
ILUSTRASI. Badan Pangan Nasional mengingatkan ada empat komoditas yang berpotensi mengalami kenaikan harga jelang Natal dan Tahun Baru.(KONTAN/Fransiskus Simbolon)


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengingatkan ada empat komoditas yang berpotensi mengalami kenaikan harga jelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru). 

Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan, komoditas tersebut adalah beras, telur ayam, dagiang ayam, dan cabai. 

Tentu saja ini menjadi perhatian pemerintah. Astawa mengatakan, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin menjaga pasokan keempat komoditas tersebut agar tak menimbulkan kenaikan inflasi yang signifikan. 

Baca Juga: Harga Telur Ayam Ras Jelang Nataru Sudah di Atas HAP Bapanas

“Kami akan pastikan langkah-langkah pengendalian. Jangan sampai harganya naik signifikan dulu, baru bergerak. Kami akan jaga di masa-masa Nataru ini,” terang Astawa dalam acara GNPIP BI Kalimantan Selatan, Senin (12/12). 

Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah adalah, dengan melakukan mobilisasi pangan dari daerah surplus ke defisit. 

Seperti contohnya, hingga minggu pertama Desember 2022, pemerintah sudah menyalurkan beras dari wilayah surplus ke defisit sebanyak 348,36 kg. 

Bapanas pun meminta seluruh pemerintah daerah di Indonesia untuk tanggap terkait ketersediaan pasokan di daerahnya. Bila memang ada pasokan pangan yang kurang, Bapanas mengaku siap melakukan mobilisasi pangan. 

“Kami sudah memiliki data mana yang surplus dan mana yang defisit pangan. Sehingga ini akan mudah untuk memitigasi, dan nantinya untuk mengendalikan inflasi,” tandasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×