kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.147   50,00   0,28%
  • IDX 5.373   -66,16   -1,22%
  • KOMPAS100 696   -6,74   -0,96%
  • LQ45 542   -4,89   -0,89%
  • ISSI 183   -3,13   -1,68%
  • IDX30 304   -2,05   -0,67%
  • IDXHIDIV20 401   -1,94   -0,48%
  • IDX80 80   -0,68   -0,84%
  • IDXV30 111   -0,79   -0,70%
  • IDXQ30 101   -0,36   -0,35%

Harga Cabai Tembus Rp 100.000 per Kg, Bapanas Genjot Distribusi Antar Daerah


Senin, 26 Oktober 2026 / 18:05 WIB
Harga Cabai Tembus Rp 100.000 per Kg, Bapanas Genjot Distribusi Antar Daerah
ILUSTRASI. Harga Cabai (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Prayogi Ikhrawinata | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pangan Nasional (Bapanas) tengah memperkuat distribusi cabai rawit merah dari daerah surplus ke wilayah yang mengalami kenaikan harga. Pasalnya, harga cabai rawit merah masih menembus Rp 100.000 per kilogram (kg) di sejumlah pasar, meski rata-rata nasional turun 0,62% menjadi Rp 92.111 per kg pada pekan ketiga Oktober 2026 dari Rp 92.685 per kg pada pekan sebelumnya.

Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas Brigjen Pol Hermawan mengatakan, harga cabai rawit merah di sejumlah daerah masih menjadi perhatian pemerintah karena harga setempat dapat lebih tinggi daripada rata-rata nasional.

“Penurunan ini belum membuat harganya ideal, sehingga cabai rawit tetap menjadi prioritas pengendalian kami,” ujar Hermawan kepada KONTAN, Senin (26/10/2026).

Baca Juga: Produksi Sawit RI Terancam Turun 2,2 Juta Ton pada 2027, Ekspor Bisa Susut

Selain cabai rawit merah, pergerakan harga sejumlah komoditas pangan pada pekan ketiga Oktober juga bervariasi. Harga cabai merah keriting turun 0,34% menjadi Rp 78.665 per kg dari sekitar Rp 78.933 per kg pada pekan sebelumnya.

Harga daging ayam ras turun 1,13% menjadi Rp 39.986 per kg dari sekitar Rp 40.443 per kg, sedangkan telur ayam ras turun 0,29% menjadi Rp 28.371 per kg dari sekitar Rp 28.454 per kg.

Penurunan juga terjadi pada harga bawang putih bonggol sebesar 0,25% menjadi Rp 36.504 per kg dari sekitar Rp 36.596 per kg. Harga gula konsumsi turun 0,70% menjadi Rp 18.844 per kg dari sekitar Rp 18.977 per kg, sementara Minyakita turun 0,01% menjadi Rp 16.866 per liter.

Sebaliknya, harga cabai merah besar naik 4,87% menjadi Rp 65.637 per kg dari sekitar Rp 62.589 per kg. Harga bawang merah meningkat 0,34% menjadi Rp 34.367 per kg dari sekitar Rp 34.251 per kg. Adapun harga daging sapi murni relatif stabil di Rp 145.743 per kg, naik 0,03% dari sekitar Rp 145.699 per kg.

Pemerintah mendorong distribusi cabai dari daerah surplus ke wilayah berharga tinggi melalui Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) dan kerja sama antardaerah. Hermawan menyebut kesinambungan panen dan pemerataan distribusi menjadi tantangan dalam menjaga harga cabai dan bawang.

“Pasokan pangan nasional dalam kondisi terjaga. Untuk cabai dan bawang, tantangan utamanya adalah menjaga kesinambungan panen dan pemerataan distribusi antardaerah,” ungkap Hermawan.

Selain distribusi antardaerah, Bapanas menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga keterjangkauan harga pangan. Hingga 23 Oktober 2026, GPM telah terlaksana sebanyak 11.822 kali di 38 provinsi. Pada 25–31 Oktober 2026, kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di 140 lokasi, terutama di daerah dengan harga pangan relatif tinggi.

Baca Juga: Gibran Tinjau Produksi Bahan Bakar Pesawat dari Minyak Jelantah di Cilacap

Pemerintah juga mempercepat penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Dari target tambahan 200.000 ton, realisasi penyaluran telah mencapai sekitar 103.000 ton dan diupayakan tuntas pada 20 November 2026. Selain itu, pemerintah menyalurkan jagung SPHP bagi peternak untuk membantu menjaga biaya pakan.

Hermawan menegaskan, pengendalian harga pangan tidak cukup hanya dengan menjaga ketersediaan stok, tetapi juga perlu memastikan distribusi berjalan merata dan harga tetap terjangkau.

“Pengendalian inflasi pangan bukan hanya soal stok yang cukup. Pangan juga harus tersedia di tempat yang tepat, pada waktu yang tepat, dengan harga terjangkau bagi masyarakat, dan tetap memberi keuntungan yang layak bagi petani dan peternak,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×