Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan cabai rawit merah secara nasional masih aman.
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat pada Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Sudi Mardioanto mengatakan, produksi cabai rawit merah pada minggu kedua tercatat meningkat dibandingkan pekan sebelumnya.
“Kalau yang minggu lalu sekitar 119.000 ton, sekarang ada dalam posisi 132.000 ton,” ujar Sudi dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi, Senin (14/9/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa dari sisi ketersediaan, cabai rawit merah sebenarnya masih tersedia. Namun, pemerintah perlu memperkuat koordinasi antardaerah agar pasokan dari wilayah sentra produksi dapat tersalurkan ke daerah yang membutuhkan.
“Cuma sekali lagi, koordinasi antar daerah untuk bisnis-to-bisnis dengan para champion yang ada di daerah-daerah sentra isu perlu dimasifkan,” katanya.
Baca Juga: BPS Soroti Kenaikan Harga Cabai di 260 Kabupaten/Kota
Sudi menegaskan, persoalan saat ini bukan semata-mata karena tidak adanya barang di tingkat produksi. Ia menyebut pasokan cabai rawit merah secara nasional masih tersedia.
“Dari sisi barangnya ada sekali lagi,” tegasnya.
Sementara itu, untuk cabai merah, ketersediaan pada minggu kedua tercatat sekitar 105.000 ton. Angka tersebut sedikit menurun dibandingkan minggu sebelumnya yang mencapai sekitar 110.000 ton.
Kementan juga mencermati perkembangan produksi cabai berdasarkan luas panen di daerah-daerah sentra. Untuk cabai rawit merah, luas panen pada September tercatat sekitar 11.774 hektare dengan produksi sekitar 86.794 ton.
Namun, pada Oktober, luas panen cabai rawit merah diperkirakan turun menjadi sekitar 9.883 hektare. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena dapat memengaruhi produksi cabai ke depan.
“Untuk bulan Oktober, ini sebagai warning saja, cabai rawit merah secara total mengalami penurunan luas panen menjadi sekitar 9.883 hektare,” kata Sudi.
Di sisi lain, kondisi cabai merah besar justru menunjukkan tren berbeda. Luas panen pada September tercatat sekitar 5.502 hektare dengan produksi sekitar 56.622 ton.
Baca Juga: Cabai hingga Ayam Naik, Harga Pangan Terancam Bergejolak di Agustus Akibat El Nino
Memasuki Oktober, luas panen cabai merah besar diperkirakan meningkat menjadi sekitar 6.482 hektare. Produksinya juga diproyeksikan naik menjadi sekitar 74.485 ton.
Dengan kondisi tersebut, Kementan menilai ketersediaan cabai secara nasional masih perlu dilihat dari sisi produksi sekaligus kelancaran distribusinya antarwilayah.
Diketahui, Harga rerata sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional bergerak variatif pada perdagangan hari ini, Senin (14/9/2026). Kenaikan harga paling tinggi terjadi pada komoditas cabai rawit merah yang tembus Rp90.050 per kilogram (kg).
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, harga cabai rawit merah naik 7,2% atau Rp6.050 dari harga sebelumnya. Kemudian, harga cabai merah keriting mengalami kenaikan sebesar 9% atau Rp5.200 menjadi Rp62.950 per kg.
Harga cabai rawit hijau juga naik 3,94% atau Rp2.450 menjadi Rp64.700 per kg. Sedangkan untuk cabai merah besar, harganya naik 2,65% atau Rp1.400 menjadi Rp54.200 per kg.
Baca Juga: BI Waspada El Nino Menguat hingga Oktober 2026, Fokus Pengendalian Beras Hingga Cabai
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












