kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Harga BBM bersubsidi harusnya naik sejak 2012


Rabu, 02 April 2014 / 21:43 WIB
ILUSTRASI. Kenali 5 Cara Menggunakan Toner dengan Benar, Sudah Tahu?


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Darmin Nasution menilai kebijakan pemerintah dalam menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada pertengahan tahun 2013 terlambat.

Menurutnya, bila kebijakan ini dilakukan tahun 2012 maka tekanan perekonomian di tahun 2013 tak akan terlalu besar.

"Ini tentu pelajaran yang paling mahal di tahun 2013 lalu. Saya kira keputusan kenaikan harga BBM itu terlambat dalam pengambilan keputusannya dan ini berdampak kacau," kata Darmin di Jakarta, Rabu (2/4).

Menurut Darmin, apabila pemerintah dapat menaikkan harga BBM di tahun 2012, maka nilai tukar rupiah saat ini dapat berada di level Rp 10.500 per dollar AS.

"Kalau BBM dinaikkan tahun 2012 ceritanya lain, mungkin inflasi cuma 6%, kurs mungkin Rp 10.500. Tapi inflasi itu dikumpulkan pada suatu momen di mana tekanan inflasi muncul seperti musim sedang jelek, Lebaran datang dan lain-lain," ujar mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini.

Darmin mengingatkan, agar pemerintah dapat mengambil pelajaran-pelajaran penting saat terjadi tekanan di tahun 2013 lalu. Ia juga meminta agar pemerintah di masa mendatang tidak kembali terlambat dalam mengambil keputusan yang dianggap penting.

"Menurut saya, itulah pengalaman paling berharga. Jangan sampai besok terlambat lagi, lain kali ini harus tepat," tegasnya. (Sakina Rakhma Diah Setiawan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×