kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45956,61   8,16   0.86%
  • EMAS1.017.000 0,30%
  • RD.SAHAM -0.04%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Hadapi Pemilu 2024, Menkominfo Dorong Kolaborasi Jaga Ruang Digital


Rabu, 19 Oktober 2022 / 14:28 WIB
Hadapi Pemilu 2024, Menkominfo Dorong Kolaborasi Jaga Ruang Digital
Hadapi Pemilu 2024, Menkominfo Dorong Kolaborasi Jaga Ruang Digital


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) berjanji menjaga ruang digital tetap bersih dari konten negatif menyambut  Pemilihan Umum Serentak Tahun 2024. 

Untuk itu, Kemkominfo mengajak Kementerian dan Lembaga (K/L) bersinergi meningkatkan koordinasi untuk mencapai tujuan tersebut.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate menyatakan, K/L berupaya memastikan penyelenggaraan pemilu berlangsung dengan baik agar menghasilkan para pemimpin yang sah atau legitimate

"Jelang Pemilihan Umum Serentak tahun 2024, Kominfo bersama KPU, Bawaslu, DKPP,  Kemendagri, Polri, TNI, BSSN, BIN, bahkan Kemenpan RB, mempersiapkan langkah pencegahan dan penanganan ruang digital dengan baik,” ujar Johnny dalam keterangan tertulis, Rabu (19/10).

Baca Juga: Siaran TV Analog Jabodetabek Diundur, ATVSI: Masih Perlu Sosialisasi Masif

Menurut Johnny, Pemilu 2024 akan berlangsung di tengah situasi dunia yang penuh tantangan. Oleh karena itu, ruang digital harus dijaga dengan baik agar proses demokratisasi lebih berkualitas.

Hal itu hanya bisa dilakukan dengan koordinasi dan kolaborasi pemangku kepentingan untuk merumuskan langkah pencegahan, diantaranya melalui literasi digital dan penanganan konten negatif.

Johnny meminta semua pihak belajar dari beberapa pemilihan umum sebelumnya, baik itu Pilkada, Pileg, maupun Pilpres, yang berpotensi terjadi gesekan di antara masyarakat, maka ruang digital perlu dijaga bersama-sama.

"Kita bicarakan tentang langkah pencegahannya, karena ini berkaitan dengan data, terutama pemilu kali ini yang berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK),” jelas Johnny.

Baca Juga: Setelah Layanan Cloud dan Ads, Google Daftarkan 4 Layanan Ini ke Kominfo

Johnny menyatakan perwakilan kementerian dan lembaga juga menyepakati agar sistem elektronik Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil serta Komisi Pemilihan Umum secara khusus bisa dijaga keamanan sibernya.

“Kita minta juga kan untuk menguji keandalannya, sehingga bisa lebih punya daya tahan yang baik pada saat menghadapi pemilihan umum,” ucap Johnny.

Menkominfo juga menekankan ekosistem pemilu, termasuk partai politik bisa ambil bagian dalam menciptakan suasana yang menggembirakan atau tidak menakutkan.

"Agar rakyat ikut berpartisipasi, sehingga proses Pemilu legitimate, hasilnya juga legitimate, Itu tujuannya,” pungkas Johnny.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×