kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Hadapi pelemahan global, pemerintah rancang kebijakan fiskal ekspansif di RAPBN 2020


Senin, 20 Mei 2019 / 12:51 WIB


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020, Senin (20/5), dalam Sidang Paripurna DPR.

Di tengah ketidakpastian global yang diprediksi masih tinggi hingga tahun depan, Sri Mulyani menyampaikan pemerintah masih akan menerapkan kebijakan fiskal ekspansif. Sebab, kebijakan fiskal tahun 2020 diharapkan mampu menjadi instrumen yang dapat memastikan arah pencapaian target pembangunan ekonomi, baik dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang.

"Pemerintah masih akan menerapkan kebijakan fiskal ekspansif yang terarah dan terukur untuk menghadapi pelemahan global dan menjaga momentum pembangunan, serta pertumbuhan ekonomi yang berkualitas," ujar Sri Mulyani dalam pidatonya di hadapan forum sidang, Senin (20/5).

Ia menjelaskan, kebijakan APBN terarah maksudnya dalam hal menjalankan fungsi alokasi, distribusi, dan stabilisasi. sementara APBN yang terukur artinya defisit dijaga pada level yang tepat sehingga tetap berkesinambungan.

Kebijakan fiskal yang ekspansif, lanjutnya, juga diarahkan untuk menstimulasi perekonomian agar dapat tumbuh pada level yang tinggi. Asumsi pertumbuhan ekonomi 2020 yang disampaikan pemerintah yaitu 5,3% - 5,6%.

Caranya, melalui level pendapatan negara yang makin optimal, belanja yang berkualitas, serta pembiayaan yang efisien. "Kebijakan fiskal juga diarahkan untuk perbaikan neraca pemerintah yang ditandai dengan peningkatan aset, terkendalinya liabiltas, dan peningkatan ekuitas," tutur Sri Mulyani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×