kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Gugatan Dayaindo terhadap SUEK AG akhirnya kandas


Rabu, 31 Oktober 2012 / 16:14 WIB
ILUSTRASI. Paludarium.


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Edy Can

JAKARTA. Gugatan PT Dayaindo Resources International Tbk (KARK) akhirnya kandas. Majelis hakim menyatakan, gugatan itu tidak dapat diterima karena Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tidak berwenang mengadili perkara tersebut.

Dalam pertimbangannya, Ketua majelis hakim Marsuddin Nainggolan menyatakan, setiap gugatan pembatalan putusan Arbitrase International hanya bisa dilajukan di negara putusan tersebut dikeluarkan. Hal ini berdasarkan Konvensi New York 1958. Konvensi tersebut telah diratifikasi pemerintah dan tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 34 Tahun 1981.

Pertimbangan majelis hakim ini sesuai dengan eksepsi yang diajukan tergugat SUEK AG. “Oleh karena Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tidak berhak, maka gugatan yang diajukan haruslah tidak dapat diterima,” kata Marsudin, Rabu (31/10).
 
Sekedar berkilas balik, sengketa hukum antara Dayaindo dengan SUEK bermula dari adanya gugatan Arbitrase yang diajukan oleh SUEK terhadap Dayaindo di London Court of Intrenational Arbitration (LCIA). Dalam putusannya, pengadilan Arbitrase memerintahkan Dayaindo harus membayar ganti rugi kepada SUEK sebesar US$ 1,197 juta.
 
Pengadilan arbitrase menilai Dayaindo telah wanprestasi terhadap SUEK terkait pelaksanaan perjanjian kerjasama yang telah ditandatangani keduanya. Atas putusan Arbitrase tersebut, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sudah memberikan teguran kepada Dayaindo agar segera melaksanakannya. Bahkan SUEK sempat menggugat pailit Dayaindo karena tidak mau memenuhi putusan tersebut. Saat ini perkara pailitnya sudah berjalan di tingkat kasasi.
 
Kuasa hukum Dayaindo Liston Sitorus tidak banyak komentar soal putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Ia bergegas meninggalkan pengadilan. “Saya akan pikir-pikir dulu,” ujarnya.
 
Sebaliknya, pengacara SUEK Rengganis menyambut baik putusan itu. Dia menyatakan putusan itu sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×