kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Gubernur Jabar minta tambah kuota impor daging


Kamis, 23 Mei 2013 / 17:09 WIB
ILUSTRASI. Hasil klasemen M3 Mobile Legends babak Group Stage, lengkap dengan bracket playoff


Reporter: Oginawa R Prayogo | Editor: Asnil Amri

BANDUNG. Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) meminta tambahan kuota daging sapi impor untuk kebutuhan sampai akhir tahun 2013 ini, termasuk untuk kebutuhan hari raya keagamaan seperti Idul Fitri dan Natal.

Ferry Sofwan Arif, Kepala Disperindag Pemprov Jabar menjelaskan, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan sudah mengirimkan surat ke Kementerian Koordinator Perekonomian untuk menambah kuota daging sapi di provinsi tersebut.

"Surat permintaan tambahan kuota sudah dikirimkan ke Menko sejak awal Mei ini, tapi belum ada balasan. Soal jumlahnya, saya tidak ingat jumlah tambahannya," ujar Ferry kepada wartawan di Pasar Kosambi, Kamis (23/5). Dia memperkirakan permintaan tambahan kuota tersebut lebih dari 500 ton.

Menurut Ferry, tambahan kuota daging impor itu dikarenakan tumbuhnya industri pengolahan daging dan industri hotel, restoran, dan katering (horeka) di Jawa Barat. "Penduduk kami juga lebih dari 40 juta orang. Jakarta saja penduduknya hanya 12 juta," tuturnya.

Ferry bilang, selama ini kebutuhan daging di Jawa Barat sebanyak 500.000 ekor sapi potong tiap tahunnya. Dari jumlah tersebut 30% disuplai dari Jawa Barat, 50% disuplai dari luar provinsi Jawa Barat, dan 20% sisanya didatangkan dari impor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×