kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Gubernur BI nilai globalisasi mulai memudar, era digitalisasi jadi tantangan baru


Kamis, 29 Agustus 2019 / 11:31 WIB
Gubernur BI nilai globalisasi mulai memudar, era digitalisasi jadi tantangan baru
Gubernur BI Perry Warjiyo saat Konferensi Internasional Bulletin of Monetary Economics and Banking (


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

Ketiga, bank-bank sentral di dunia terutama di negara maju makin tidak bisa mengandalkan kebijakan suku bunga semata. Efektivitas suku bunga untuk mendorong pertumbuhan dan menjaga stabilitas harga semakin kurang efektif, menurut Perry.

“Ini terlihat dari beberapa negara maju dengan suku bunga 0% namun tetap sulit menjaga stabilitas harga, apalagi mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Baca Juga: Dorong inklusi keuangan, Aktivaku gandeng Bank DKI dan BPD Bali

Oleh karena itu, bank sentral semakin perlu merumuskan bauran kebijakan terutama dari sisi kuantitatif seperti kebijakan uang beredar, nilai tukar, dan kebijakan makroprudensial.

Keempat, digitalisasi di bidang ekonomi dan keuangan semakin marak. Di bidang ekonomi ditandai dengan kemunculan berbagai usaha rintisan (start-up) dan perusahaan e-commerce.

Sementara di bidang keuangan ditandai dengan menjamurnya fintech dengan berbagai layanannya, serta sistem pembayaran melalui uang elektronik.

“Inilah mengapa era digitalisasi perlu direspon tidak hanya oleh perbankan, tetapi juga oleh para pengambil kebijakan termasuk bank sentral,” tandas Perry.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×