kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45874,12   -12,06   -1.36%
  • EMAS1.329.000 -0,67%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Goldman Sachs: Prospek Ekonomi Global Masih Dihantui Risiko Besar


Minggu, 01 Januari 2023 / 16:13 WIB
Goldman Sachs: Prospek Ekonomi Global Masih Dihantui Risiko Besar
ILUSTRASI. Goldman Sachs melihat, tekanan inflasi tidak dapat dihindari baik di negara maju maupun negara berkembang.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga Riset Goldman Sachs mengingatkan ada sejumlah tantangan yang menghadang laju perekonomian global pada tahun 2023.

Dalam riset Macro Outlook 2023, lembaga tersebut mengungkapkan, tantangan masih terkait dengan inflasi yang tinggi, pengetatan kebijakan moneter, juga tensi geopolotik.

Goldman Sachs melihat, tekanan inflasi tidak dapat dihindari baik di negara maju maupun negara berkembang.

Tren kenaikan inflasi memang terlihat di tahun 2022. Namun, dampak rambatan (second round impact) dari inflasi pada tahun 2022 akan dirasakan di 2023.

Baca Juga: Ini Beberapa Tantangan Perekonomian Indonesia di 2023

Nah, kenaikan inflasi ini mendorong bank-bank sentral di dunia untuk mengerek suku bunga acuan. Walaupun, kenaikan suku bunga acuan tak akan sekencang tahun 2022.

Tentu ini bukan pilihan yang mudah, terutama bagi negara berkembang. Di satu sisi, mereka butuh suku bunga rendah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi di sisi lain butuh kebijakan moneter ketat untuk menjangkar inflasi dan menjaga nilai tukar.

Di luar dinamika inflasi dan suku bunga, Goldman Sachs tetap khawatir guncangan politik dan geopolitik yang dapat memengaruhi ekonomi global.

Ketidakpastian ini mendorong kondisi keuangan yang ketat, atau efek negatif ke rantai pasok global.

Sejauh ini, penyelesaian ketegangan Rusia dan Ukraina belum menemukan titik terang. Belum lagi ada ketdiakpastian politik di Timur Tengah yang juga berpotensi memberi pukulan lain ke pasar energi dan pasokan.

Namun, kabar baiknya, sejumlah ketidakpastian yang meliputi beberapa negara sudah mulai berkurang. Seperti, pemilu sela di Italia, Brasil, dan AS yang berlangsung tanpa gangguan.

Selain itu, ketegangan antara AS dan China mulai melandai seiring pertemuan Presiden Joe Biden dan Presiden Xi Jinping beberapa waktu lalu.

Dengan kondisi ini, Goldman Sachs menekankan, prospek perekonomian global masih mengandung risiko yang besar, tetapi harus dihadapi dengan optimisme.

Baca Juga: Goldman Sachs: Pertumbuhan Ekonomi Global Tahun 2023 Tak Sampai 2% YoY

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×