kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Gimni minta beleid minyak goreng kemasan ditunda


Selasa, 02 Februari 2016 / 20:48 WIB
Gimni minta beleid minyak goreng kemasan ditunda


Reporter: Handoyo | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Kalangan pengusaha meminta pemerintah untuk menunda pemberlakuan Peraturan menteri Perdagangan (Permendag) tentang minyak goreng wajib kemasan dengan merek Standar Nasional Indonesia (SNI) yang seharusnya berlaku pada Maret 2016.

Ada beberapa alasan mengapa kebijakan tersebut harus ditunda, salah satunya adalah mengenai implementasi SNI minyak goreng fortifikasi vitamin A dari Kementerian Perindustrian (Kemperin) yang belum siap.

Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) Sahat Sinaga mengatakan, pihaknya meminta setidaknya penundaan implementasi itu selama satu tahun alias pada tahun 2017.

Untuk mendorong percepatan implemnetasi kebijakan ini, Sahat juga meminta agar pengusaha dibebaskan dari PPN selama tiga tahun. "Kalau dengan kemasan harga jadi lebih mahal, sehingga dengan penghapusan PPN akan mengurangi beban," kata Sahat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×