kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Gerindra ingin Risma jadi kader


Selasa, 25 Februari 2014 / 13:49 WIB
ILUSTRASI. Indika Energy (INDY) agresif menggelar diversifikasi ke bisnis mineral, energi terbarukan, hingga kendaraan listrik.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra, Martin Hutabarat, menyatakan partainya tertarik menarik Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini alias Risma menjadi kader Gerindra. Alasannya, Risma dinilai berprestasi, bersih, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang berani.

Menurut Martin, ketertarikan pihaknya itu akan disampaikan kepada Risma jika yang bersangkutan memutuskan keluar dari partai yang mendukungnya. Risma merupakan pegawai negeri sipil (PNS) yang diusung sebagai calon wali kota Surabaya oleh PDI Perjuangan.

"Tentu ada banyak pilihan, dan biarkan Bu Risma memilih sendiri. Tapi, andaikata dia konsisten tidak ikut dengan perilaku tercela, kami terbuka Bu Risma bergabung dengan Gerindra," kata Martin di Komples Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (25/2/2014).

Selain tertarik untuk menggaet Risma menjadi kader Gerindra, kata Martin, saat ini banyak usulan dari internal agar Risma dijadikan sebagai calon wakil presiden mendampingi Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto. Namun, usulan itu masih ditampung lantaran menunggu hasil Pemilu Legislatif 2014.

"Karena Bu Risma populer, dia tokoh atau pejabat yang berani membuat perubahan. Ini yang harus kita lihat," pungkasnya.

Seperti diberitakan, Risma sempat ingin mundur sebagai Wali Kota Surabaya karena hubungannya tak harmonis dengan Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana. Risma menilai proses pemilihan Wisnu tidak sesuai prosedur. Hal itu telah disampaikan Risma kepada pimpinan DPR.

Pada Rabu (26/2/2014), Komisi II DPR akan membahas permasalahan ini dengan melibatkan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, pimpinan DPRD Kota Surabaya, dan pihak lain yang terkait. (Indra Akuntono)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×