kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.820   -8,00   -0,05%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Gerakan Cinta Indonesia Bukan Proteksionisme Produk Lokal


Rabu, 22 April 2009 / 13:01 WIB


Reporter: Hans Henricus |

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menepis anggapan Gerakan Cinta Indonesia merupakan bentuk proteksionisme terhadap produk lokal Indonesia.

"Gerakan ini bukan merupakan gerakan proteksionisme, Karena bukan kebijakan tarif," ujar SBY saat memberikan sambutan dalam pembukaan InaCraft 2009 di Jakarta, Rabu (22/4).

Presiden mengatakan proteksionisme merupakan kebijakan untuk membatasi impor yang dilakukan oleh suatu negara. Di sisi lain, mayoritas negara di dunia sepakat tidak menerapkan kebijakan itu."Negara-negara yang tergabung dalam G-20, ASEAN, sepakat untuk mencegah proteksionisme," tutur SBY.

Menurut catatan Pemerintah, indutsri kreatif dan industri kerajinan tangan memberikan kontribisi yang cukup signifikan bagi pertumbuhan ekonomi. Presiden mengatakan jumlah pelaku usaha industri kreatif di Indonesia mencapai 2,2 juta, dimana sebanyak 700 ribu diantaranya bergerak di sektor industri kerajinan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×