kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Gejolak Harga Beras: Harga Eceran Tertinggi Beras Tidak Akan Dinaikkan


Selasa, 13 Februari 2024 / 05:32 WIB
Gejolak Harga Beras: Harga Eceran Tertinggi Beras Tidak Akan Dinaikkan
ILUSTRASI. Badan Pangan Nasional (Bapanas) menilai, menaikkan HET beras bukan solusi mengatasi kenaikan harga beras.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengusulkan ke pemerintah untuk melakukan relaksasi harga eceran tertinggi (HET) beras. 

Alasannya, harga beras sudah di atas HET. Dalam kondisi seperti ini Aprindo mengaku bisa merugi jika memaksakan menjual beras sesuai dengan HET pemerintah. 

Namun, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menegaskan, menaikkan HET beras bukan solusi mengatasi hal ini. Sebab, masalah utamanya adalah berkaitan dengan kurangnya produksi beras. 

"Januari sampai Februari kondisi neraca beras kita kurang 2,8 juta ton. Makanya jauh-jauh hari pemerintah mempersiapkan importasi," jelas Arief dijumpai di Pasar Induk Beras Cipinang, Senin (12/2). 

Baca Juga: Atasi Kelangkaan, Pemerintah Janji Guyur 200.000 Ton Beras ke Ritel

Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta (12/2/2024).
Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta (12/2/2024).

Maka itu, Arief mengatakan menaikkan HET pada saat ini kurang tepat. Lantaran pasokan utama beras dalam negeri saat ini lebih banyak dipenuhi oleh impor. 

Padahal, HET itu harus memperhitungkan dari pengeluaran produksi beras bukan hanya mempertimbangkan harga pasar hari ini saja. 

"Makanya sekarang kalau mau diubah tidak tepat. Kebijakan HET bisa diambil ketika kondisi seimbang, sementara sekarang kita masih banyak dari impor," jelas Arief. 

Agar tidak ada pihak yang merugi, Bapanas meminta kepada Bulog untuk menjual beras kepada ritel dengan harga yang lebih murah. 

Sehingga peritel masih mendapatkan margin tanpa harus menaikan HET beras. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×