kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Gapuspindo: Indonesia Defisit Daging Sapi Sebanyak 435 Ribu Ton


Kamis, 29 Februari 2024 / 17:20 WIB
Gapuspindo: Indonesia Defisit Daging Sapi Sebanyak 435 Ribu Ton
ILUSTRASI. Kebutuhan daging sapi nasional menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri kerap kali melonjak./Pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/28/02/204.


Reporter: Leni Wandira | Editor: Handoyo

Kemudian jumlah itu dikurangi kebutuhan daging sapi dan kerbau nasional sebesar 720.375 ton, maka diperkirakan stok akhir tahun untuk daging sapi dan kerbau sebesar 221.451 ton. 

"Berdasarkan kondisi tersebut di atas maka kebijakan pemerintah untuk membuka import sapi bakalan adalah kebijakan yang tepat karena apabila tidak dilakukan maka akan terjadi pengurasan secara besar besaran sapi lokal yang akhirnya akan berdampak semakin sulit kita mencapai swasembada daging," ungkapnya.

Perizinan Importasi Daging

Didiek mengaku mengaku jika saat ini seluruh industri penggemukan sapi potong yang tergabung dalam Gapuspindo telah memperoleh persetujuan impor (PI) melalui Inatrade ke kementerian Perdagangan (Kemendag) pada 16 Februari 2024. 

Meskipun sempat ada hambatan penerbitan PI dari Kementerian Perdagangan yang idealnya berdasarkan prosedurnya terbit pada bulan Oktober 2023.

PI ini telah diatur melalui Permendag Nomor 25 Tahun 2022 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor, yaitu seluruh pelaku usaha ternak sapi potong mengajukan permohonan PI melalui Inatrade ke Kemendag.

Baca Juga: Percepat Impor, Kemendag Terbitkan Persetujuan Impor Sebanyak 146.243 Ton Daging Sapi

Pada Permendag 25/2022 pasal 8 juga diatur jangka waktu paling lama 5 hari kerja terhitung sejak tanggal permohonan diterima sesuai dengan persyaratan, maka PI wajib diterbitkan oleh Kemendag.

"Saat ini semua anggota sedang memproses importasi agar bisa segera bisa memasukkan sapi untuk mendukung  kebutuhan sapi yang meningkat pada Idul Fitri," ujar dia.

Adapun, beberapa kendala saat ini di antaranya keterbatasan ketersediaan kapal karena kapal banyak dialihkan ke negara lain sebagai dampak keterlambatan penerbitan PI dan curah hujan yang tinggi di Australia.

"Kemudian, berdampak kesulitan mobilitas sapi dari properti tentunya mempengaruhi kecepatan realisasi pemasukan sapi bakalan yang dilakukan anggota Gapuspindo," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×