kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.652.000   21.000   0,80%
  • USD/IDR 16.893   23,00   0,14%
  • IDX 8.882   -2,72   -0,03%
  • KOMPAS100 1.232   5,11   0,42%
  • LQ45 873   6,34   0,73%
  • ISSI 325   0,79   0,24%
  • IDX30 446   5,44   1,23%
  • IDXHIDIV20 528   7,93   1,52%
  • IDX80 137   0,78   0,57%
  • IDXV30 147   2,27   1,58%
  • IDXQ30 143   1,55   1,10%

Gandeng Inggris, Indonesia Siapkan Dana US$ 125 Juta untuk Kembangkan Semikonduktor


Selasa, 13 Januari 2026 / 13:08 WIB
Gandeng Inggris, Indonesia Siapkan Dana US$ 125 Juta untuk Kembangkan Semikonduktor
ILUSTRASI. Pemerintah alokasikan US$ 125 juta untuk kerjasama dengan Arm Inggris. (KONTAN/Lailatul Anisah)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pemerintah Indonesia menyiapkan pendanaan awal sebesar US$ 125 juta untuk membangun kerja sama pengembangan ekosistem semikonduktor dengan Inggris.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional memperkuat industri masa depan sekaligus mendorong Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui alokasi dana tersebut untuk kerja sama dengan Arm, perusahaan desain semikonduktor asal Inggris yang memiliki peran strategis dalam industri chip global.

Baca Juga: Ancaman Impor Etanol Hilang, Food Estate Merauke Siapkan 3 Juta Ton

"Pak Presiden menyiapkan US$ 125 juta untuk bekerjasama dengan Arm Inggris. Dan itu bisa ditingkatkan sampai lebih dari sana," ujar Airlangga di Menara Kadin, Selasa (13/1).

Menurut Airlangga, pengembangan semikonduktor menjadi krusial seiring pesatnya digitalisasi dan pertumbuhan industri berbasis teknologi.

Semikonduktor tidak hanya digunakan pada perangkat elektronik dan gawai, tetapi juga menjadi komponen utama di industri otomotif, internet of things (IoT), hingga pusat data (data center).

Ia mencontohkan, dalam satu rumah tangga saat ini rata-rata terdapat empat hingga lima semikonduktor, baik pada televisi, ponsel, perangkat elektronik rumah tangga, maupun kendaraan.

Airlangga mengakui Indonesia relatif tertinggal dibandingkan negara lain seperti Malaysia yang lebih dulu membangun ekosistem semikonduktor.

Baca Juga: Menko Airlangga Siapkan Diskon Tarif Pesawat untuk Mudik Lebaran 2026

Namun, ia menilai keterlambatan tersebut masih bisa dikejar melalui strategi catching up game dengan memanfaatkan besarnya pasar domestik Indonesia.

"Walaupun kita ketinggalan tidak apa-apa, ini namanya catching up game. Kita catching up terhadap market yang kita punya besar," katanya.

Selain pengembangan desain dan perencanaan semikonduktor, pemerintah juga menargetkan hilirisasi silikon secara bertahap.

Rantai industri tersebut mencakup pengolahan silikon menjadi float glass, panel surya, wafer, hingga proses assembling, testing, dan packaging semikonduktor.

Selanjutnya: Ancaman Impor Etanol Hilang, Food Estate Merauke Siapkan 3 Juta Ton

Menarik Dibaca: Promo Hypermart Weekday Periode 13-15 Januari 2026, Baby Pakchoy Beli 1 Gratis 1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×