kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Gandeng Inggris, Indonesia Siapkan Dana US$ 125 Juta untuk Kembangkan Semikonduktor


Selasa, 13 Januari 2026 / 13:08 WIB
Gandeng Inggris, Indonesia Siapkan Dana US$ 125 Juta untuk Kembangkan Semikonduktor
ILUSTRASI. Pemerintah alokasikan US$ 125 juta untuk kerjasama dengan Arm Inggris. (KONTAN/Lailatul Anisah)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pemerintah Indonesia menyiapkan pendanaan awal sebesar US$ 125 juta untuk membangun kerja sama pengembangan ekosistem semikonduktor dengan Inggris.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional memperkuat industri masa depan sekaligus mendorong Indonesia keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui alokasi dana tersebut untuk kerja sama dengan Arm, perusahaan desain semikonduktor asal Inggris yang memiliki peran strategis dalam industri chip global.

Baca Juga: Ancaman Impor Etanol Hilang, Food Estate Merauke Siapkan 3 Juta Ton

"Pak Presiden menyiapkan US$ 125 juta untuk bekerjasama dengan Arm Inggris. Dan itu bisa ditingkatkan sampai lebih dari sana," ujar Airlangga di Menara Kadin, Selasa (13/1).

Menurut Airlangga, pengembangan semikonduktor menjadi krusial seiring pesatnya digitalisasi dan pertumbuhan industri berbasis teknologi.

Semikonduktor tidak hanya digunakan pada perangkat elektronik dan gawai, tetapi juga menjadi komponen utama di industri otomotif, internet of things (IoT), hingga pusat data (data center).

Ia mencontohkan, dalam satu rumah tangga saat ini rata-rata terdapat empat hingga lima semikonduktor, baik pada televisi, ponsel, perangkat elektronik rumah tangga, maupun kendaraan.

Airlangga mengakui Indonesia relatif tertinggal dibandingkan negara lain seperti Malaysia yang lebih dulu membangun ekosistem semikonduktor.

Baca Juga: Menko Airlangga Siapkan Diskon Tarif Pesawat untuk Mudik Lebaran 2026

Namun, ia menilai keterlambatan tersebut masih bisa dikejar melalui strategi catching up game dengan memanfaatkan besarnya pasar domestik Indonesia.

"Walaupun kita ketinggalan tidak apa-apa, ini namanya catching up game. Kita catching up terhadap market yang kita punya besar," katanya.

Selain pengembangan desain dan perencanaan semikonduktor, pemerintah juga menargetkan hilirisasi silikon secara bertahap.

Rantai industri tersebut mencakup pengolahan silikon menjadi float glass, panel surya, wafer, hingga proses assembling, testing, dan packaging semikonduktor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×