kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.930   60,00   0,34%
  • IDX 5.711   -110,07   -1,89%
  • KOMPAS100 738   -13,77   -1,83%
  • LQ45 563   -10,40   -1,82%
  • ISSI 198   -3,35   -1,66%
  • IDX30 319   -5,85   -1,80%
  • IDXHIDIV20 393   -7,77   -1,94%
  • IDX80 84   -1,60   -1,88%
  • IDXV30 107   -1,43   -1,32%
  • IDXQ30 103   -1,88   -1,79%

Gagal tekan harga gula, pemerintah salahkan cuaca


Selasa, 26 Juli 2016 / 21:19 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Pemerintah masih kesulitan menekan harga gula . Terbukti, harga gula sampai saat ini di pasaran masih berkisar di harga Rp 16.000 -an per kilogram (kg), jauh dari banderol normal Rp 12.500 per kg.

Amran Sulaiman, Menteri Pertanian mengatakan, kesulitan salah satunya dipicu oleh berlangsungnya musim kemarau basah pada tahun 2016 ini. "Ini membuat rendemen sulit dicari," katanya di Kantor Menko Perekonomian Selasa (26/7)

Panggah Susanto, Dirjen Agro Kementerian Perindustrian mengatakan, selain permasalahan tersebut, kesulitan untuk menurunkan harga gula dipicu oleh kurangnya pasokan gula dari luar negeri. Sebenarnya, pemerintah sudah menugaskan PTPN dan RNI untuk mengimpor gula mentah sebanyak 381 ribu ton untuk kemudian diolah menjadi gula konsumsi.

Namun, impor belum bisa direalisasikan. Panggah mengatakan, pemerintah juga sampai saat ini kesulitan mencari pasokan gula impor. "Impor sekarang susah mencari barangnya, karena masalah cuaca juga terjadi di luar," katanya.

Darmin Nasution, Menko Perekonomian mengatakan, walau berat, pemerintah akan berusaha untuk menekan harga gula semaksimal mungkin. Untuk itu, pemerintah akan memerintahkan Bulog untuk meningkatkan stok gula dengan meningkatkan pembelian ke pabrik dan bila perlu menambah kuota impor.

Dengan upaya tersebut, dia berharap, sebelum akhir tahun harga gula bisa ditekan sampai ke level Rp 12.500 per kilogram.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×