kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Fokker jatuh, oknum TNI buang kamera wartawan


Kamis, 21 Juni 2012 / 20:43 WIB
ILUSTRASI. Secang


Reporter: Dyah Megasari |

JAKARTA. Seorang oknum anggota TNI membuang kamera serta SD card dua wartawan elektronik yang sedang meliput jatuhnya pesawat Fokker-27 di Jl. Branjangan, RT 11, RW 10, Komplek Rajawali, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Radika Kurniawan, dari Kompas TV, menjadi salah satu korban. SD card kamera videonya diambil paksa oleh anggota TNI dan dibuang. Padahal, letak ia dan beberapa wartawan lainnya, berada lebih dari 500 meter dari lokasi.

"Saya lagi ngambil gambar di persawahan, tiba-tiba datang aparat, kamera saya diambil dan SD cardnya dibuang ke sawah," ujarnya, Kamis (21/6).

Perlakuan serupa juga dialami Urip Arpan, kontributor Beritasatu yang bertugas di Jakarta Timur. Kamera videonya dibuang oleh anggota TNI saat sedang mengambil gambar bongkahan pesawat latih yang jatuh di rumah warga.

"Tadi saya baru ambil gambar di lokasi kejadian, tapi tahu-tahu didekati anggota TNI AU dan pita kaset saya langsung dirusak. Ngomongnya kasar, saya kecewa," ujar Urip.

Sebelumnya diberitakan, pesawat latih TNI Angkatan Udara (AU), Fokker-27 dengan nomor registrasi 2708 yang bermuatan tujuh awak, jatuh di perumahan warga Komplek Rajawali, Halim Perdana Kusuma menewaskan seluruh awak dan 3 orang warga setelah menabrak sejumlah rumah. (Fabian Januarius Kuwado | Tri Wahono/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×