kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Foke ditolak jadi Dubes karena mengkritik Jokowi


Selasa, 17 September 2013 / 17:34 WIB
ILUSTRASI. Warga menggunakan payung saat hujan di jembatan penyeberangan orang bertema Kapal Pinisi di Karet, Sudirman, Jakarta, Jumat (11/3/2022). Cuaca hari ini di Jabodetabek cerah berawan hingga hujan sedang, menurut ramalan BMKG. KONTAN/Fransiskus Simbolon.


Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, angkat bicara menyusul penolakan terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, yang diplot sebagai Duta Besar Indonesia untuk Jerman.

Menurut Ruhut, Fauzi Bowo yang juga anggota Dewan Pembina Partai Demokrat ini dianggap memiliki kompetensi dan layak menjadi Dubes RI di Jerman. Apalagi, latar belakang Fauzi Bowo yang pernah tinggal di sana.

"Katanya yang menolak orang di Jerman. Mungkin ada beberapa statemen dia (Fauzi Bowo) mengkritisi Pak Jokowi," ujar Ruhut usai diskusi, 'Konglomerasi Media dan Pemilu 2014,' di Galeri Cafe, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2013).

Menurut Ruhut, penolakan terhadap pencalonan pria yang akrab disapa Foke itu tidak masuk akal. Itu mungkin saja terjadi jika Jerman menolak Foke. Dan kejadian ini, kata Ruhut, pernah terjadi ketika negara lain menolak Dubes RI yang disorongkan waktu itu.

"Dia bisa enggak jadi kalau di negara sana menolak dubes kita. Lebih baik tanya Kedutaan Jerman. Bukan karena kita tidak setuju. Dan Foke tahu banget lah budaya masyarakat Jerman dan tidak ada salahnya dia ditunjuk," paparnya. (Tribunnews)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×