kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

FKDT: Presiden cepat respon 5 hari sekolah


Rabu, 06 September 2017 / 23:40 WIB
FKDT: Presiden cepat respon 5 hari sekolah


Reporter: Cecylia Rura | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Ketua Umum DPP Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Lukman Khakim menilai, Presiden Jokowi merespons cepat kebijakan lima hari sekolah yang tertuang dalam Peraturan Presiden No 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter.

Menurutnya, ini adalah langkah maju presiden dalam mengakomodir berbagai stakeholder atau perbedaan terkait Permendik 23 yang ditanggapi masif di bidang pendidikan, membrangus madrasah.

Sebagaimana diketahui madrasah merupakan lembaga pendidikan asli Islam Nusantara yang telah ada selama ratusan tahun. "Terbukti, dengan budi pekerti dan akhlak yang dimiliki," kata Lukman.

Menanggapi Perpres Penguatan Penguatan Pendidikan Karakter, Lukman mengatakan hal ini dapat menggerus aktivitas Diniyah.

"Yang semula pulang jam 1 siang jadi jam 3 sampai setengah 4 sore," kata Lukman ketika dihubungi KONTAN melalui telpon, Rabu (6/9).

Lebih lanjut, Lukman juga berdiskusi bersama beberapa stakeholder dan Kementrian Agama, Rois NU.

"Ternyata ada payung yang lebih besar dari permendikbud yakni perpres, untuk itu saya mengajak presiden berdiskusi," lanjut Lukman.

Dalam dialognya bersama Presiden Joko Widodo di Istana (6/9), Lukman mengungkapkan, perpres yang mengakomodir keinginan dari berbagai pihak, jangan sampai dinodai dengan adanya juknas/juksi yang tidak senafas dengan perpres.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×